Kalimat Sugesti dalam Pembelajaran

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 11 Februari 2019 13:55, Dibaca 142 kali.

oleh

Dr. Rusma Noortyani, M.Pd.

(Baca Juga : AKSELERASI DALAM TELEMATIKA)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 

Rekan berujar bahwa anak sekarang berbeda dengan anak zaman dulu. Karena anak zaman dulu saat ini sudah berusia dewasa. Sebenarnya bukan itu yang dimaksud. Lebih ironisnya lagi ada yang menganggap anak dianggap sebagai orang dewasa yang berukuran kecil, sehingga cara memperlakukan anak sama dengan cara memperlakukan orang dewasa. Hal ini tentu saja bertentangan dengan penyelidikan jiwa anak. Metode transversal mengambil sekelompok anak yang usianya berurutan diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai proses perkembangan yang terjadi pada setiap fase.

Setiap pendidik termasuk orang tua hendaknya mengetahui tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai oleh peserta didiknya karena dengan mengetahui perkembangan ini akan menjadi pedoman yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan pada fase perkembangan tertentu serta untuk menghadapi fase perkembangan selanjutnya. Ada yang memberikan pemahaman bahwa cara berpikir anak masih sugestibel. Pemberi sugesti bersumber dari orang yang memiliki otoritas. Kalimat sugesti negatif kepada peserta didik yang seharusnya dihindari seperti: 1) Saya rasa otak kalian tidak dapat menyerap pelajaran dengan cepat, maka pelajarilah dengan pelan-pelan. 2) Saya tahu ini sangat menjemukan, tetapi harus tetap semangat. 3) Ini mungkin tidak logis bagi kalian, tetapi berusahalah kalian untuk mempelajarinya. Seyogianya kalimat tersebut dapat diubah dengan kalimat sugesti positif yang diberikan pendidik kepada peserta didik seperti: 1) Saya yakin kalian mampu mempelajarinya dengan mudah karena kalian siswa yang luar biasa. 2) Setelah kalian mempelajarinya, kalian akan merasakan hal-hal yang menyenangkan. 3) Pelajaran ini pasti akan dengan mudah kalian serap.

Pendidik dapat mengkombinasikan antara menyamakan posisi dan mengarahkan sesuatu, menggunakan bahasa atau kata-kata yang positif, memberi pujian dengan tulus pada peserta didik khususnya ketika ia berhasil melakukan atau mencapai prestasi, dan memberi teladan melalui ucapan dan perilaku yang konsisten. Pendidik memiliki kekuatan yang luar biasa dalam membina dan memberikan kekuatan kepada peserta didik. Selanjutnya pendidik tetap menanamkan niat yang kuat atau niat dan motivasi dalam diri sendiri siswa, menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa serta gelombang otak dengan peserta didik. Sejalan dengan pendapat Pestalozzi (1827) menganjurkan sebagai pendidik memperhatikan perkembangan peserta didik agar pendidikan untuk anak disesuaikan dengan perkembangan jiwa mereka.

Perkembangan anak sebagai pembelajar akan berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambangan. Stern (1939) menyebutkan perkembangan anak merupakan hasil perpaduan atau interaksi antara faktor pembawaan dan faktor lingkungan. Model pembelajaran yang dikembangkan secara optimal akan mampu membangun lingkungan interaksi aktif antara pendidik dan peserta didik. Selaras dengan alur pendidikan bertujuan membantu perkembangan peserta didik supaya bermacam potensi yang dimiliki peserta didik dapat berkembang secara optimal. Supaya bantuan yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didik dapat bermakna, pendidik dituntut untuk memahami berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan usia peserta didik dan mampu menerapkan dalam proses pendidikan.

Tugas mengisi masa perkembangan peserta didik dapat berhasil dituntaskan dan akan membawa kebahagiaan atau kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya. Dalam memahami perkembangan peserta didik akan membantu pendidik untuk merespons perilaku dan keterampilan tertentu. Untuk itu, pendidik berusaha memberikan sugesti yang positif. Sugesti ini akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan dan memperlihatkan sumber-sumber jawaban serta pola-pola mengenai pikiran, perasaan, dan perilaku peserta didik.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta