Kebersamaan Sosial dalam Tarian

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 19 Juni 2019 19:29, Dibaca 116 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : Bupati Serahkan Enam Mobil Operasional)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 


Untaian gerak yang digunakan dalam tarian melibatkan berbagai bagian tubuh, seperti kaki, tangan, badan, kepala, mata, dan sebagainya. Untuk dapat menari harus dipelajari atau harus melalui proses latihan dengan cara atau aturan yang relatif baku. Misalnya, berkaitan dengan gerak dan posisi-posisi tubuh, seperti jari, tangan, kaki, kepala, dan bahkan mata, sehingga setiap penari melakukan dengan pola yang relatif sama. Seluruh rangkaian dalam menari mengikuti aturan yang dianut dan dilatihkan dengan cara yang sama. Dengan demikian tarian memerlukan keterampilan, ketangkasan, dan keseimbangan. 

Setiap penari tidak hanya membutuhkan kemampuan teknik untuk penampilan diri, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dengan penari lainnya. Seorang penari seyogianya memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kebersamaan dalam tarian. Suatu pertunjukan tarian ada gerakan penarinya serempak atau sama, tetapi ada juga berbeda-beda bahkan selang-seling antara penari satu dengan yang lain. Disamping itu  posisi menari yang saling berganti bahkan berbeda-beda. Namun, semuanya saling terkait, sehingga membangun suatu kesatuan atau kebersamaan. 

Hubungan interaktif antara satu penari dengan penari lainnya tampak saat peran seorang penari dalam tampilannya. Norma gerak bukan hanya ada dalam pikiran yang bisa diuraikan atau dijelaskan, melainkan juga dalam rasa, jiwa, dan tubuhnya sendiri. Hal ini mewujudkan tarian akan memberi ruang kreatif, yakni ruang individu dalam menginterpretasikan, mencerna, mendefinisikan ulang, sehingga tumbuh teknik yang indah. Rasa dan semangat kebersamaan menjadi titik sentral dengan keterlibatan setiap penari.

Peristiwa dalam tarian yang ditampakkan dalam kebersamaan dapat menjadi pola hidup gotong royong atau bantu-membantu. Pengaruh ekspresi tarian terlihat dalam posisi duduk, dan gerak-gerak yang dilakukan pada tubuh bagian atas (tubuh, tangan, kepala). Penari memerlukan kelenturan dan koordinasi tubuh, ketepatan irama, penyatuan rasa dan jiwanya, serta pengungkapan karakter. Setiap penari menguasai dan hafal bagian tariannya secara tepat. Jika tidak sesuai akan terlepas dari kebersamaan bahkan dapat terjadi berbenturan dengan penari yang lain. Pentingnya peran individu penari dalam mengungkapkan kekuatan kebersamaan. 

Penari bergerak dalam formasi berbaris, beriring-iringan atau berjejer. Suatu saat ada  bagian yang lain penari menyebar ke seluruh penjuru dengan bergerak membentuk lingkaran, garis setengah lingkaran, segitiga, atau kemudian berpencar lagi pada suatu bentuk. Meskipun demikian, tujuan utama yang ingin ditampilkan berupa kebersamaan sosial. Tarian memiliki simbol hubungan kekerabatan dengan adanya pola-pola dan aturan. 

Pola yang diikuti oleh penari menjadi titik-titik yang ditempati dan garis-garis yang dilalui penari. Saat penari berpindah tempat, ia akan meninggalkan garis-garis bekas atau alur gerak dari jalannya perpindahan. Ketika jumlah penari yang banyak, akan tercipta garis-garis secara bersamaan. Garis tersebut menunjukkan, baik lurus maupun lengkung. Penari dapat menggunakan garis imajiner yang tercipta hanya berupa garis lurus. Selain itu, penari pun dapat melakukan formasi untuk menciptakan garis lengkung. Pergerakan atau perpindahan posisi seorang penari lahir dari semangat kebersamaan. 

Kekuatan dalam membangun kebersamaan melalui gerakan tarian memunculkan kekompakan, kerjasama, saling membantu, dan rasa empati dari para penari. Berkembangnya aspek sosial pada diri penari akan menjadi sebuah peristiwa ekspresi sosial yang multifungsi. Penari mampu menjaga kebersamaan untuk menumbuhkan kreativitas, kepekaan sosial terhadap lingkungan sekelilingnya. Makna gerak tarian ditumbuhkan oleh kebersamaan sosial, ekspresi diri, dan kreasi dari sebuah keterampilan.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta