Wanita sebagai Agen Literasi Media

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 30 Juli 2019 07:10, Dibaca 429 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : Wabup Buka Sosialisasi IP4T)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 


Rumah pintar Taman Askari melaksanakan sosialisasi bijak bermedia sosial dengan tema “Peran wanita dalam menanggulangi hoaks”. Saat sosialisasi di rumah pintar Taman Askari dihadiri oleh berbagai organisasi wanita yang ada di Kabupaten Kapuas. Titik subjek pada tema tersebut adalah peran wanita. Wanita dapat menjadi agen literasi media, sehingga dapat mengingatkan suami dan anak untuk selalu berpikir positif. Wanita pun dapat menjadi faktor penting dalam mengatasi hoaks atau kabar bohong.

Wanita yang sudah menjadi ibu dapat memberikan pemahaman kepada anaknya jika menerima informasi melalui media yang belum pasti kebenaranya dan tidak jelas sumbernya, sebaiknya tidak dipercaya langsung. Ada tiga pendekatan yang diperlukan untuk mengatisipasi penyebaran berita hoaks di masyarakat, yaitu pendekatan kelembagaan, teknologi, dan literasi. Pendekatan kelembagaan dengan terus menggalakkan komunitas anti hoaks. Dari sisi pendekatan teknologi dengan aplikasi hoaks cheker yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk mengecek kebenaran berita yang berindikasi hoaks. Pendekatan literasi dengan gerakan anti berita hoaks maupun sosialisasi kepada masyarakat mulai dari sekolah hingga masyarakat umum yang ditingkatkan dan digalakkan bukan hanya oleh pemerintah, melainkan juga oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk institusi nonpemerintah lainnya (Juditha, 2018). Sama halnya dengan rumah pintar Taman Askari Kapuas sebagai lembaga pendidikan nonformal milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas, di bawah binaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas. 

Harapan adanya sosialisasi ini bahwa kaum wanita tidak menelan informasi secara instan tanpa mencerna secara utuh. Apalagi informasi yang diterima langsung diyakini sebagai sebuah kebernaran kemudian berupaya membagikan informasi tersebut kepada orang lain. Wanita perlu memiliki kemampuan untuk menyaring sebelum membagikan informasi. Saat menerima informasi diharapkan dapat membaca secara utuh, menyaring, memilah, mengendapkan, mengecek keakuratan, dan kebenarannya. Ketika menerima kabar bohong atau hoaks yang disebarkan di media beragam, yakni bidang politik, kesehatan, sosial, atau keamanan dan ketertiban. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan atau bahkan menyesatkan di kalangan para wanita. Kabar bohong umumnya disebar menggunakan teks atau gambar yang menggiring kesimpulan pembaca untuk meyakini sesuatu. Sebuah peristiwa yang benar-benar terjadi seringkali juga diiringi oleh kabar bohong melalui penggunaan gambar atau video yang konteksnya tidak terkait sama sekali atau sebuah rekaman peristiwa yang sudah lama terjadi dikemas dengan cerita seolah baru saja terjadi.

Pendekatan literasi media yang diberikan kepada para wanita membuat lebih jeli dalam menerima informasi. Verifikasi informasi dapat dilakukan setiap wanita dengan syarat ketekunan, ketelitian, dan skeptis terhadap setiap infomasi yang diterima. Dalam lingkungan keluarga seyogianya wanita agar ikut berperan mencegah beredarnya berita bohong. Adanya sosialisasi yang dilakukan sejalan dengan penggunaan Taman Askari menjadi wadah belajar, bermain, serta mengembangkan kreativitas serta memfasilitasi berbagai kegiatan yang bersifat edukatif untuk seluruh lapisan masyarakat.

Masyarakat membudayakan penggunaan media sosial yang beretika. Kebebasan dalam mengakses media sosial bukan berarti dapat melakukan apapun dengan bebas termasuk menyalahgunakan fungsi dari bahasa sebagai penyalur informasi. Kebebasan penggunaan media sosial seharusnya diimbangi dengan etika dalam penggunaan. Bimbingan dari para wanita sebagai ibu untuk mengarahkan anak dalam menggunakan internet sebagai media untuk belajar, sehingga anak lebih menggunakan waktu berinternet untuk sesuatu yang positif. (syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta