PHBS Pendorong Tercapainya Piala Adipura

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 08 Agustus 2019 17:59, Dibaca 123 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : Wabup Pinta Kepala OPD Tidak Keluar Daerah )

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 


Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya untuk memberikan pengalaman belajar bagi perseorangan, kelompok, dan masyarakat dengan cara membuka jalur komunikasi, memberikan informasi, dan melakukan edukasi. Cara ini berguna untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku melalui pendekatan advokasi, bina suasana, dan melakukan gerakan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesehatan.

Berkenaan dengan PHBS ini terdapat kalimat persuasif yang dituturkan Bupati Kapuas, yakni Mari kita bentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku dilakukan melalui pemanfaatan halaman rumah dengan menanam berbagai tanaman sebagai penghasil gizi keluarga, penghasil udara segar maupun membuang sampah pada waktu dan tempat yang telah ditentukan serta memperindah lingkungan. Seluruh kegiatan tersebut diarahkan agar Kota Kuala Kapuas yang memiliki semboyan Kota AIR semakin Aman, Indah, dan Ramah.

Sosialisasi dan praktik PHBS dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat agar hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan peran serta aktif masyarakat dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Upaya tersebut harus dimulai dari menanamkan pola pikir sehat kepada masyarakat yang harus dilakukan oleh diri sendiri dalam keluarga. Untuk itu setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan. Semua perilaku kesehatan tersebut dilakukan atas dasar kesadaran, sehingga anggota keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan kesehatan di masyarakat.

PHBS di rumah tangga menjadi upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan mampu melaksanakan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Manfaat dari PHBS bagi rumah tangga, yakni: a) setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit; b) anak tumbuh sehat dan cerdas; c) anggota keluarga giat bekerja; dan d) pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan, dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

Faktor perilaku sangat berpengaruh dalam kesehatan seseorang terutama dalam penerapan PHBS, baik di lingkungan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Peran keluarga untuk menanamkan kebiasaan makan sayur dan buah dapat direalisasikan juga dengan memanfaatkan pekarangan dengan menanam sayur dan buah. Selain itu, menyediakan sayur dan buah setiap hari di rumah. Cara lain dapat juga dilakukan dengan pemanfaatan halaman rumah untuk menanam tanaman yang berkhasiat sebagai obat maupun bumbu masak, seperti jahe, kencur, temulawak, lengkuas, sayur mayur, lombok, tomat. Selanjutnya juga dapat ditanam tanaman buah mangga, jeruk, jambu, manggis dan pisang serta aneka bunga untuk memperindah dan membuat tempat tinggal semakin asri.

Kesadaran masyarakat akan kesehatan dan pola hidup bersih sehat dapat mewujudkan masyarakat peduli sehat. Usaha mewujudkan lingkungan yang sehat oleh masyarakat ditunjang dengan sarana prasarana dalam pelaksanaan hidup sehat dan bersih. Hal lain yang mendukung yakni kualitas lingkungan hidup tempat tinggal yang kondusif untuk mencapai hidup sehat. Harapan dari PHBS dapat diterapkan oleh masyarakat secara kontinu, sehingga selalu memberikan keteladanan.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta