Wujudkan Aspirasi Komite Sekolah

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 04 September 2019 06:53, Dibaca 241 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasa Nur Amalia

 


Keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat atau stakeholder pendidikan. Konsep partisipasi berbasis masyarakat menerapkan agar sekolah dan semua yang berkompeten atau stakeholder pendidikan dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Berkenaan dengan hal ini, diperlukan kerjasama yang sinergis dari keluarga, sekolah, dan masyarakat atau stakeholder lainnya secara sistematik sebagai wujud peran serta dalam melakukan pengelolaan pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah (Jalal dan Supriadi, 2001). 

Komite sekolah dibentuk untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan di sekolah/madrasah. Komite tersebut digunakan untuk mewadahi dan meningkatkan partisipasi para stakeholder sekolah. Dengan demikian, Komite sekolah turut merumuskan, menetapkan, melaksanakan, dan memonitor pelaksanaan kebijakan sekolah dan pertanggungjawaban yang terfokus pada kualitas pelayanan pada peserta didik. Komite sekolah menjadi lembaga yang dibentuk berdasarkan musyawarah yang demokratis oleh para stakeholder pendidikan sebagai representasi dari berbagai unsur yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan. Komite sekolah dapat dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya, dan nilai kesepakatan serta kepercayaan yang dibangun sesuai dengan potensi masyarakat setempat. 

Peran yang dijalankan komite sekolah, yakni pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan mediator antara pemerintah dan masyarakat. Peran sebagai mediator yang dilakukan Komite Sekolah dalam pelaksanaan program pendidikan lebih kepada upaya memfasilitasi berbagai masukan dari masyarakat. Untuk itu komite sekolah dapat mengkomunikasikan berbagai pengaduan dan keluhan masyarakat terhadap sekolah terkait dalam bidang pendidikan. Saran dari pengaduan akan menjadi perhatian bagi pengambil kebijakan dan kemudian akan dilakukan perbaikan untuk kebijakan dan program pendidikan. Selanjutnya hasil penyempurnaan kebijakan dan program yang disampaikan juga dapat disosialisasikan kepada masyarakat. Hal tersebut dapat menjadi umpan balik untuk keberhasilan pelaksanaan pendidikan di daerah.

Komite sekolah dapat mengidentifikasi tenaga ahli yang ada dalam masyarakat dan dapat dimanfaatkan bagi sekolah. Peran Komite sebagai mitra sekolah, terutama bagi kepala sekolah dan tenaga pendidik dalam merancang atau melaksanakan program pendidikan. Kepala sekolah, tenaga pendidik, dan masyarakat menjadi pelaku utama dan terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, sehingga segala keputusan mengenai penanganan persoalan pendidikan pada tingkatan mikro harus dihasilkan dari interaksi ketiga pihak tersebut. Berkaitan dengan hal itu, komite sekolah mengupayakan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah untuk mewujudkan aspirasinya (Mulyasa, 2011). 

Peran Komite sebagai penyeimbang antara keberadaan kebijakan sekolah dan mampu menyelaraskan sesuatu yang menjadi keinginan dari orang tua/wali peserta didik. Upaya komite sekolah dalam mengontrol program pembelajaran yakni dengan melakukan seleksi terhadap tenaga pendidik, membuat evaluasi terhadap tenaga pendidik, dan melihat kapasitas kemampuan tenaga pendidik. Dalam pelaksanaan program-program di sekolah, pihak sekolah soyogianya mengundang berbagai pihak untuk berpartisipasi secara aktif dalam menunjang program tersebut. Partisipasi dari bidang pendidikan akan lebih bermakna ketika dikoordinasikan dengan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.(syat)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta