ARY EGAHNI SERAP ASPIRASI MASYARAKAT KALIMANTAN TENGAH

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 23 Desember 2019 14:21, Dibaca 359 kali.

KUALA KAPUAS – Dalam rangka Reses masa sidang I DPR-RI tahun 2019, Ary Egahni Ben Bahat,SH Anggota DPR-RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah dari Partai Nasdem turun langsung ke lapangan bukan hanya di perkotaan saja tetapi sampai ke Kecamatan dan Desa, hal tersebut dilakukan dalam rangka secara langsung menjaring aspirasi yang berkembang di dalam masyarakat dan juga melihat dari dekat permasalahan apa yang dihadapi oleh masyarakatnya, itu  terlihat  dalam kunjungan kerja/reses beberapa hari ke Desa Timpah dan Desa  Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas.

Dalam kesempatan tersebut masyarakat sangat antusias mendengarkan apa yang disampaikan oleh wakil mereka yang duduk di DPR-RI, dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan masyarakat melakukan Tanya jawab langsung yang kebanyakan berkaitan dengan peladang khusus di daerah non pasang surut yang sudah turun temurun melakukan peladang/bertani dengan cara membakar lahan yang sebelumnya sudah ditebang dan dibiarkan kering sehingga mudah dibakar.

(Baca Juga : Wabup Kunjungi Posko Haul Guru Sekumpul)

Terungkap dari apa yang disampaikan masyarakat bahwa mereka selama ini sejak diberlakukannya UU larangan membakar lahan sangat menderita tidak bisa melakukan tanam padi seperti apa yang dilakukan oleh turun temurun dari nenek moyang mereka, karena memang begitulah sejak dulu kala mengingat daerahnya daerah tinggi dan memang mengharuskan untuk dibakar sebelum ditanam padi, bukan seperti di daerah pasang surut yang sebagian lahannya bergambut, ada yang bergambut tebal ada pula yang bergambut tipis, untuk yang bergambut tebal tidak bisa ditanam padi, inilah yang apabila pada musim kemarau sangat rentan terbakar dan sulit dipadamkan sehingga menghasilkan asap yang terus menerus karena berkedalaman bisa sampai 3 meter, sedangkan gambut yang tipis apabila dipergunakan untuk tanam padi cukup dikupas dengan alat tradisional tajak atau di hand tractor.

Kebiasaan masyarakat di daerah non pasang surut dalam melakukan pembakaran lahan sebagai tempat mananam padi secara turun temurun khususnya masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sangat berhati-hati dan penuh perhitungan baik dari segi keamanan api bahkan arah angin pun diperhitungkan juga agar tidak meluas ke lahan tetangga, sebab apabila sampai meluas ke lahan tetangga kiri kanan maka yang membakar lahan akan dikenakan denda adat, makanya dalam membakar lahan biasanya masyarakat Dayak selalu dengan bersama-sama/gotong royong, tukas tokoh adat setempat.

Anggota DPR-RI yang akrab dipanggil Bu Ary ini dalam kesempatan itu sangat merespon apa yang disampaikan oleh masyarakat kecil tersebut dan berjanji akan memperjuangkan di Parlemen sehingga masyarakat tidak lagi kucing-kucingan dengan aparat dalam membakar lahan untuk menanam padi. (Hms/Kmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta