Ary Egahni Sosialisasikan 4 Pilar Bersama Tokoh Masyarakat

Kontribusi dari EDITOR SIBER_2, 10 Desember 2020 13:14, Dibaca 266 kali.

KUALA KAPUAS - Anggota Komisi III DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Tengah Ary Egahni Ben Bahat, S.H. kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Tokoh Masyarakat, Senin (7/12/2020).
Dalam sosialisasinya, Ary Egahni menjelaskan hal-hal terkait Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang berkehidupan berbangsa dan bernegara bersama masyarakat khususnya di Kabupaten Kapuas.
Kemudian dirinya menjelaskan Konstruksi Nilai Budaya Huma Betang diantaranya Handep dan Hapakat Kula yang semakin membuat masyarakat Dayak dan Kalteng memiliki rasa perduli satu sama lain dan dalam pengambilan keputusan selalu bermusyawarah agar segala keputusan yang diambil dapat disepakati secara bersama-sama.
Sebelumnya, Anggota Komisi III itu terlebih dahulu menjelaskan tentang Falsafah Huma Betang yang dimiliki oleh masyarakat Kalimantan Tengah yang mana memiliki nilai gotong-royong, kebersamaan, toleransi, rukun, dan hidup berdampingan merupakan nilai-nilai yang sejalan dengan Empat Pilar Kebangsaan. “Falsafah Huma Betang yang secara turun temurun jadi pedoman hidup yang harus terus dilestarikan. Dari Falsafah rumah atau Huma Betang inilah warga Dayak Kalteng bisa hidup rukun dalam keragaman suku dan agama yang ada di Kalimantan Tengah,” ungkap Ary Egahni.
Adapun isi dari Empat Pilar Kebangsaan adalah Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang–undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara dan Bhinneka Tunggal Ika ialah sebagai Semboyan Negara.
“Pancasila sebagai Ideologi Negara, seperti yang kita tahu Pancasila sendiri berasal dari dua kata Sansekerta, yakni Panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asa. Kelima prinsip tersebut juga tercantum dalam paragraf Ke- 4 Pembukaan Undang–undang Dasar (UUD) 1945,” ucapnya.
Disampaikan pula dalam sosialisasinya bahwa Undang–undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 atau disingkat UUD 1945 atau UUD 45, adalah hukum dasar tertulis, konstitusi Pemerintahan Negara Republik Indonesia saat ini.
NKRI berasal dari singkatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bediri dari Sabang sampai Merauke dan NKRI berdiri sejak proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. “Bhinneka Tunggal Ika merupakan motto atau semboyan Bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah berbeda–beda tetapi tetap satu,” pungkasnya dalam kesempatan tersebut. (hmskmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta