Tonggak Kesaktian Pancasila

Kontribusi dari ADMIN SIBER, 30 September 2018 19:44, Dibaca 291 kali.

Oleh :

Dr.Rusma Noortyani,M.Pd (Ketua UPM/Dosen ULM Banjarmasin)

(Baca Juga : Kapuas Dapat 6 CCTV Dan 1 Videotron Dari Provinsi )

Rangkaian dokumen sejarah bermula dari 1 Juni 1945, 22 Juni 1945, sampai akhirnya 18 Agustus 1945 dimaknai sebagai satu kesatuan dalam proses kelahiran falsafah negara Pancasila. Bukti penanda bahwa Pancasila sebelumnya melalui proses panjang. Proses konseptualisasi yang panjang tersebut ditandai dengan berdirinya organisasi pergerakan kebangkitan nasional, partai politik, dan Sumpah Pemuda. Terkait dengan disahkan Pancasila 18 Agustus 1945 oleh badan PPKI yang diketui langsung Ir. Soekarno. Sebelum disahkan terdapat bagian yang diubah Ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya diubah menjadi Ketuhanan yang Maha Esa.

Dalam usaha merumuskan Pancasila muncul usulan yang dikemukakan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Usulan Ir. Soekarno berhasil mensintesiskan dasar falsafah dari banyak gagasan dan pendapat yang disebut pancasila. Pidato Soekarno berjudul Lahirlah Pancasila merumuskan dasar negara: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau peri kemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, Ke-Tuhanan yang Maha Esa. Dua momentum berkaitan dengan Pancasila 1 Juni menjadi lahirnya Pancasila dan 1 Oktober penanda kesaktiannya.

Pancasila yang telah disetujui oleh wakil-wakil rakyat Indonesia menjelang dan sesudah proklamasi kemerdekaan yang kita junjung tinggi bukan sekadar karena ditemukan kembali kandungan kepribadian dan cita-cita bangsa Indonesia yang terpendam, melainkan karena Pancasila telah mampu membuktikan kebenarannya dalam sejarah perjuangan bangsa. Pancasila memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia selain sebagai pondasi dasar berdirinya NKRI juga sebagai ideologi dan jiwa bangsa Indonesia.

Seiring dengan setiap kehidupan di berbagai bidang masyarakat Indonesia dalam penerapannya berdasarkan Pancasila untuk menjaga kesatuan dan kerukunan antar umat masyarakat di Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang diharapkan menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Pancasila dijadikan dasar negara karena mempunyai nilai estetika dan isi yang terkandung dalam Pancasila merupakan tujuan dan cita-cita luhur nenek moyang bangsa. Dasar negara merupakan tonggak berdirinya sebuah negara. Ibarat sebuah kapal berlayar ideologi berfungsi sebagai perjalanan sebuah negara. Dasar negara sebagai sebuah landasan kehidupan bagi sebuah negara. Pancasila menjadi sumber hukum dari segala sumber hukum.

Pandangan hidup merupakan suatu hal yang dijadikan sebagai pedoman hidup bernegara, pandangan hidup tersebut berisi aturan-aturan yang dibuat untuk mencapai sebuah tujuan. Manfaat dasar negara sebagai pedoman hidup bernegara, dengan adanya dasar negara menjadikan warga negaranya mempunyai tujuan dan cita-cita untuk menjalankan kehidupan bernegara. Dasar negara menjadi sebuah kepribadian dan jiwa dari bangsa tersebut. Dasar negara menjadi sumber nilai dari segala sumber hukum yang ada. Dasar negara menjadi sebuah pembatas perilaku-perilaku warga negaranya. Pancasila sebagai suatu kristalisasi dan nilai-nilai sebagai pandangan hidup bangsa yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik kehidupan bermayarakat maupun kehidupan bernegara.

Pancasila merupakan suatu pandangan hidup bangsa Indonesia yang sangat asasi demi kekokohan dan kelestarian hidupnya. Pancasila dapat mempersatukan kita, dapat memberi petunjuk dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin meskipun masyarakat kita beraneka ragam sifatnya. Pancasila merupakan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia karena memberikan bangsa Indonesia corak yang khas yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Terdapat bahwa tiap-tiap sila merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah-pisah. Masa depan kita sebagai masyarakat Indonesia terpanggil untuk mengamalkan Pancasila dengan diperlukan kesatuan bangsa, kesatuan pandangan, dan gerak langkah dalam menghayati dan mengamalkan Pancasila.(hmskmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta