Promkes RSUD Kapuas Tentang DBD di Radio Siaran Pemda Kapuas

Kontribusi dari RSUD KAPUAS, 07 Januari 2021 12:56, Dibaca 210 kali.

KUALA KAPUAS - RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) bersama dr. Erny Indrawati melaksanakan Penyuluhan Kesehatan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD), Kamis (7/01/2021) pagi di Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Kapuas 91,4 FM yang beralamat di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat.

Dalam siaran tersebut disampaikan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue yang mengakibatkan demam dan bisa menimbulkan perdarahan. Virus dengue ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektornya atau pembawanya.

(Baca Juga : Desa Teluk Palinget Punya Potensi Anyaman Purun)

Dijelaskan pula ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypti antara lain mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya, berkembang biak pada air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100-200 meter dengan sifat khasnya adalah menggigit waktu siang hari, pagi dan sore hari.

“Ketika istirahat biasanya nyamuk ini hinggap digantungan baju, saat menggigit badan nyamuk tidak nungging, berkembang biak pada air yang bersih seperti bak mandi, tempayan, tempat minum burung, dan barang-barang bekas yang tergenang air. Setelah virus masuk ke dalam tubuh seseorang, terlebih virus akan berkembang biak didalam kelenjar getah bening. Gejala DBD akan muncul sekitar 4-6 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh,” terang dr Erny Indrawati.

Adapun gejala dari penyakit DBD ini yaitu mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, tampak lesu, suhu badan 38⁰C – 40⁰C atau lebih, tampak pula muncul bintik-bintik merah pada kulit dan jika kulit diregangkan bintik-bintik merah tidak hilang. “Kadang-kadang perdarahan hidung (mimisan), kemungkinan terjadi muntah darah atau berak darah, Tes tourniquet positif, adanya perdarahan dibawah kulit, petekie (bintik-bintik), ekimosis, atau purpura (memar-memar), kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lambung dan apabila sudah parah, penderita gelisah,ujung tangan dan kaki dingin, berkeringat, perdarahan selaput lender dan mukosa, alat cerna, tempat suntikan, dan di tempat lainnya, serta Trombosit turun (< 100.000) disebut sebagai trombositopeni,” jelasnya.

Masa kritis dari DBD yaitu demam hari ke-3 sampai hari ke-7, dimana suhu akan turun namun tidak berarti orang tersebut sembuh. Oleh karena itu perlu diperhatikan apakah ada tanda-tanda bahaya yang menunjukkan gejala DBD yang parah, seperti sakit perut, muntah terus menerus, gusi berdarah, muntah darah, nafas cepat, kelelahan, gelisah, dan penurunan kesadaran. “Ketika demam berdarah ini dicurigai, maka pasien harus dilarikan ke IGD rumah sakit terdekat, karena akan berpotensi menyebabkan kebocoran plasma darah yang dapat menyebabkan syok atau timbunan cairan dengan atau tanpa gangguan pernafasan, perdarahan yang hebat, baik yang terlihat atau pun tidak, dan gangguan organ berat (gagal ginjal, gagal jantung),” tambahnya.

Untuk orang yang terkena gejala DBD ini,  dr. Erny menuturkan agar jangan buru-buru ke dokter jika demam belum sampai 3 hari, karena terlalu dini, sebab biasanya hasil pemeriksaan darahnya belum memberikan gambaran yang khas tentang DBD, tetapi bila merasa terganggu dengan gejala yang dialami silahkan menghubungi dokter. “Jika demam telah berlangsung selama 3 hari (apapun penyebabnya) sebaiknya langsung periksa ke dokter, apalagi di lingkungan anda ditemukan kasus DBD. Pasien demam tinggi yang mendadak terus menerus selama 3 hari dan dicurigai DBD, jika terdapat gejala kegawat daruratan maka harus segera dibawa ke Rumah Sakit,” ujarnya.

Pertolongan pertama yang bisa diberikan pada penderita DBD yaitu memberi minum sebanyak mungkin, kompres agar panasnya turun, memberikan obat penurun panas dan jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau semakin naik,  segera bawa ke Rumah Sakit atau Puskesmas. Namun jika tidak bisa minum atau muntah terus-menerus, kondisi bertambah parah, kesadaran menurun, maka harus dirawat di Rumah Sakit.

Cara mencegah terkena DBD antara lain melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan cara menguras, menutup, mengubur, barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk. Kemudian Abatesasi, yaitu pemberian bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air dengan tujuan untuk membunuk jentik-jentik. Bisa juga melalui Fogging (pengasapan).

"Dimusim penghujan dari bulan Oktober hingga April seperti di Indonesia sekarang ini, hendaknya kita lebih waspada terkait penyebaran nyamuk yang membawa penyakit DBD, oleh karena itu selalu jaga kebersihan di lingkungan tempat kita tinggal masing-masing sehingga kita dan keluarga bisa terhindar dari penyakit Demam Berdarah Dengue," pungkasnya. (PKRSKps/hmskmf)

 

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta