Promkes RSUD Kapuas Lakukan Penyuluhan Osteoartritis Genu (Nyeri Sendi Lutut)

Kontribusi dari RSUD KAPUAS, 24 Oktober 2018 10:00, Dibaca 508 kali.

KUALA KAPUAS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kapuas melakukan Penyuluhan Kesehatan Osteoartritis Genu (Nyeri Sendi Lutut), Rabu (24/10) lalu. Penyuluhan tersebut merupakan kegiatan rutin Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS).

Adapun yang menyampaikan penyuluhan pada kesempatan itu adalah dr. Oktamina F. Pinem selaku Dokter PPDS Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik. Ia menerangkan bahwa Osteoarthritis adalah suatu kondisi yang menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak. Osteoarthritis Genu (nyeri sendi lutut) merupakan salah satu jenis arthritis yang paling umum terjadi. Sendi yang paling sering mengalami kondisi ini meliputi tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sendi-sendi yang lain juga bisa terserang.

(Baca Juga : Pementasan Seni Drama Pancasila Rumah Kita)

Pada kesempatan itu dr. Okta menerangkan bahwa dalam kasus Osteoarthritis, tulang rawan mengalami kerusakan secara perlahan. Tulang rawan sendiri merupakan jaringan ikat padat yang kenyal, licin, serta elastis. Jaringan ini menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk melindunginya dari gesekan saat ada pergerakan. Saat tulang rawan mengalami kerusakan, teksturnya yang licin akan menjadi kasar. Seiring waktu, tulang akan bertabrakan dan sendi pun akan terpengaruhi. Cara mengetahui terkena Osteoartritis genu seperti Nyeri lutut, usia lebih dari 50 tahun, dan kaku sendi pagi hari.

Ia juga menerangkan bahwa sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Osteoarthritis, di antaranya, (Usia) dimana risiko Osteoarthritis akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang, khususnya bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun, (Jenis kelamin) Wanita lebih sering mengalami Osteoarthritis dibandingkan pria, (cedera pada sendi), sendi yang mengalami cedera atau pernah menjalani operasi memiliki kemungkinan Osteoarthritis yang lebih tinggi, (Obesitas) berat badan yang berlebihan menambah beban pada sendi sehingga risiko Osteoarthritis menjadi lebih tinggi, (Faktor keturunan) risiko Osteoarthritis diduga bisa diturunkan  secara genetika, (Menderita kondisi arthritis lain), misalnya penyakit asam urat atau Rheumatoid Arthritis, (Cacat tulang) seperti pada tulang rawan atau pembentukan sendi, dan (Pekerjaan) atau aktivitas fisik yang membuat seseorang mengalami penekanan di titik tertentu secara terus-menerus.

dr. Okta menjelaskan pula bahwa Osteoartritis Genu belum dapat disembuhkan, tetapi dapat dilakukan pengobatan untuk memperlambat kerusakan, bebas dari rasa nyeri, hingga tetap bisa beraktifitas. Prinsip penanganan Osteoartritis Genu antara lain, mengurangi beban sendi pada lutut, memperkuat otot sekitar lutut, dan Memberi nutrisi pada sendi lutut.

"Penanganan Osteoartritis Genu yaitu Tanpa Obat (istirahat secukupnya saat nyeri, menurunkan berat badan atau diet, kompres dingin atau hangat, dan menjalani rehabilitasi medik atau Fisioterapi, terapi okupasi, latihan fisik, serta penggunaan alat khusus membantu mengurangi sakit berdiri atau berjalan seperti tongkat. Kemudian dengan obat, harus menggunakan obat resep dokter, obat topikal seperti krim, lotion, gel pereda rasa sakit, dan suntikan anti nyeri  atau pelumas, dan bisa juga dengan operasi tetapi hanya pada Osteoartritis Genu Grade 4 yang memerlukan tindakan operasi," pungkasnya.(rsud/hmskmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta