RSUD Kapuas Lakukan Promkes Tentang Cara Penggunaan dan Penyimpanan Obat Yang Benar

Kontribusi dari RSUD KAPUAS, 08 November 2018 09:00, Dibaca 568 kali.

KUALA KAPUAS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Kapuas aktif lakukan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Eka Pujiastuti, S.Far, Apt selaku Apoteker Farmasi RSUD Kapuas melaksanakan penyuluhan terkait tentang cara penggunaan dan penyimpanan obat yang benar, Bertempat di Ruang Tunggu Poli Klinik Rawat Jalan RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Kamis (8/11).

Ia menerangkan pentingnya mengetahui cara penggunaan obat dan penyimpanan obat antara lain karena, Obat bisa sebagai penyembuh, Obat bisa berpotensi sebagai racun, Pengetahuan tentang obat dan penggunaannya secara tepat dan aman akan terhindar dari bahaya, dan Manfaat juga diperoleh.

(Baca Juga : BNN Bersama Pemkab Bersinergi Lakukan Pencegahan dan Rehabilitasi Korban Narkoba)

"Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan obat, antara lain untuk penggunaan obat yang baik dan benar, gunakan obat hanya seperti petunjuk cara pakai, pada waktu yang tepat dan penuh selama waktu pengobatan. Jika anda menggunakan obat yang dijual bebas, ikutilah cara pakainya seperti petunjuk pada label kecuali ada petunjuk lain dari dokter anda. Label obat dari obat jangan dipisahkan,karena informasi mengenai cara pakai dan informasi penting lainnya terdapat pada label tersebut. Untuk mencegah kesalahan,jangan minum obat ditempat yang gelap. Selalu membaca label sebelum minum obat,terutama tanggal kadaluarsa dan petunjuk pakai obat," jelasnya.

Eka menerangkan tips penyimpanan obat dirumah yaitu menjauhkan dari jangkauan anak-anak, Wadah obat yang kosong disimpan obatnya jauh dari anak-anak, Simpan sesuai dengan petunjuk yang tertera. Kebanyakan obat dapat disimpan pada tempat sejuk dan kering yaitu pada suhu kamar yang jauh dari sumber panas.

Jika obat tidak tahan terhadap cahaya maka dapat digunakan botol bewarna coklat atau botol plastik yang tidak tembus cahaya. Beberapa obat harus disimpan di lemari pendingin tapi jangan disimpan di freezer seperti contoh insulin.

Lebih lanjut, ia mengatakan, lama penyimpanan obat yaitu obat jenis sirup, tetes mata, kuping, hidung, dan salep mengandung air/krim sangat terbatas jangka waktu dan kadaluarsanya. Pada obat-obat biasanya ada kandungan zat pengawet, yang dapat merintangi pertumbuhan kuman dan jamur. Akan tetapi bila wadah sudah dibuka, maka zat pengawetpun tidak dapat menghindarkan rusaknya obat secara keseluruhan. Apalagi bila wadah sering dibuka-tutup. mis. dengan tetes mata, atau mungkin bersentuhan dengan bagian tubuh yang sakit, mis. pipet tetes mata, hidung atau telinga. Obat hendaknya diperlakukan dengan hati-hati, yaitu setelah digunakan, wadah obat perlu ditutup kembali dengan baik, juga membersihkan pipet/sendok ukur dan mengeringkannya.

"Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyimpanan obat, yaitu Simpan obat dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan jangan terkena sinar matahari langsung karena obat akan rusak jika terkena sinar matahari langsung. Jangan menyimpan tablet atau kapsul di tempat panas atau lembab karena dapat menyebabkan obat tersebut rusak. Sebaiknya tidak mencampur berbagai jenis obat dalam satu wadah", pungkasnya. (rsud/hmskmf)

 

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta