Penerapan Akhlak Terpuji

Kontribusi dari ADMIN SIBER, 22 November 2018 09:28, Dibaca 2,232 kali.

oleh :

Dr. Rusma Noortyani, M.Pd  (Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia)

(Baca Juga : Renaksi Korsugap Kapuas Dievaluasi KPK)

 

Pada suatu hari seorang lelaki meminta izin untuk berbicara kepada Nabi Muhammad Saw. Selanjutnya beliau berkata kepada Aisyah Ra untuk mengizinkannya masuk. Rasulullah berkata “Biarkan dia masuk, orang ini dikenal orang yang paling buruk dikabilahnya”. Aisyah pun mengizinkannya masuk dan pria itu langsung duduk di depan Rasulullah. Saat berbicara dengannya, Nabi Muhammad bertutur kata ramah dan penuh perhatian. Hal ini membuat istri Rasul, Aisyah, heran dan bertanya kepada beliau saat pria tersebut telah pergi. Aisyah bertanya kepada Rasulullah “Engkau menganggap orang itu kasar dan buruk tetapi engkau berbicara dengannya dengan ramah dan lemah lembut serta rasa hormat?” Rasulullah menjawab “Aisyah, pria itu adalah orang yang paling buruk di dunia ini karena ia tidak mau bergaul dengan orang lain karena ia menganggap orang lain lebih buruk darinya”. Kisah ini menggambarkan bahwa Rasulullah memiliki pribadi dan tutur kata yang mulia meskipun orang tersebut membenci atau berkata kasar kepada Baginda.

Umat Islam diperintahkan untuk memaafkan kesalahan orang lain kepadanya. Rasulullah Saw. bersabda, ''Orang yang hebat bukanlah orang yang menang dalam pergulatan. Sesungguhnya orang yang hebat adalah orang yang (mampu) mengendalikan nafsunya ketika marah.  Memaafkan  dan mengampuni juga merupakan perbuatan yang diperintahkan Allah kepada umatnya. Pada surah Al-A'raaf ayat 199, Allah Swt. berfirman, ''Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.''  Dalam surah Al-Hijr ayat 85, Allah Swt. berfirman, ''…, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.'' Allah Swt. memerintahkan Nabi Muhammad Saw. untuk memaafkan orang-orang musyrik atas tindakan mereka menyakiti dan mendustakan beliau. Allah Swt. sangat menyukai hamba-Nya yang berbuat kebajikan dan memaafkan. ''Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.'' (QS: Asy-Syura:43)

Allah menganugerahi Rasulullah berbagai rahmat dan segala keistimewaan. Rasulullah diutus Allah Swt. dengan segala kebaikan dan akhlak yang mulia. Akhlak berarti perangai, kebiasaan, tabiat. Akhlak sebagai perbuatan baik yang harus dikerjakan dan menghindari perbuatan buruk. Al Ghazali menyatakan hakikat akhlak meliputi dua syarat, yakni pertama, perbuatan itu harus konstan artinya dilakukan berulang kali dalam bentuk yang sama, sehingga dapat menjadi kebiasaan. Kedua, perbuatan itu harus tumbuh dengan mudah tanpa pertimbangan dan pemikiran, yakni bukan karena adanya takanan, paksaan dari orang lain atau bahkan pengaruh-pengaruh dan bujukan. 

Berikut ini sepuluh cara meningkatkan akhlak terpuji. 1) Berbaik sangka dengan cara bersikap optimis dan tidak berputus asa sebagai cara dalam berbaik sangka pada Allah Swt. Segala sesuatu yang sudah menjadi ketentuan Allah sebagai jalan terbaik bagi kita. Tugas kita bersabar dan berusaha menjadi lebih baik. Tanamkan pada diri untuk selalu percaya karena segala yang terjadi selalu ada hikmah dibalik kejadian. Dalam keadaan apapun sebaiknya kita senantiasa menyebutkan kalimat syukur atas kebesaran Allah, 2) bertaubat merupakan langkah baik untuk kita memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan, 3) menaati syariat agama dapat dilakukan dengan cara membiasakan diri melakukan hal yang bermanfaat, 4) berlaku baik dengan sesama dilakukan dengan menjaga kerukunan dan kebersamaan, saling tolong, saling menghargai, 5) adil berarti tidak memihak salah satu pihak, 6) benahi cara berpakaian sesuai syariat agama yakni menutup aurat dan adab berpakaian yang memiliki nilai ibadah, 7) mengingat sejarah hidup rasulullah dengan cara mencontoh hal yang dilakukan Rasulullah sebagai teladan  dalam berperilaku, 8) bergaul dengan mereka yang berakhlak baik akan membangun karakter diri yang berkualitas, 9) menerima nasihat dari orang lain disertai dengan berlapang dada, dan 10) bertamu dengan sopan sebagai jalinan silaturahmi dan memiliki adab bertamu ke rumah teman, sahabat, atau kerabat. Semua cara akhlak terpuji tersebut merupakan tindakan atau perbuatan yang baik bukan hanya bagi diri sendiri, melainkan juga bagi orang lain.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta