Mengajar dengan Hati

Kontribusi dari ADMIN SIBER, 26 November 2018 11:50, Dibaca 667 kali.

oleh:

Dr. Rusma Noortyani, M.Pd  (Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia)

(Baca Juga : Plt Bupati Kapuas Sambut Kepala Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN)

 

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru// terima kasihku tuk pengabdianmu. Engkau sebagai pelita dalam kegelapan. Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan. Lagu Hymne Guru tepat untuk menyertai Hari Guru Nasional, 25 November. Apa yang berbeda dari Guru Hebat (Prasetyo dan Ihsan) menceritakan 12 guru hebat, diantaranya guru kelima ibu Lisda Fauziah Harahap. Bu Lisda memiliki sekolah TK dan SMPIT. Sekolah tersebut bukan sekolah mewah dan mahal, justru yang dibuat bu Lisda ini adalah sekolah untuk siswa kurang mampu. Guru-gurunya pun bukan lulusan sarjana pendidikan. Guru-guru yang direkrut bu Lisda dididik sendiri oleh beliau sebelum terjun di kelas bersama siswa-siswanya. Untuk mendirikan TK dan SMPIT bagi siswa kurang mampu penuh perjuangan dan benturan, serta penuh tantangan baik ditolak, difitnah masyarakat sekitar, maupun tidak ada dana. Tapi indahnya niat tulus dan ikhlas dari bu Linda akan selalu diberi kemudahan oleh Allah, dan itu yang terjadi pada bu Lisda.

Niat yang tulus ikhlas sangatlah menentukan. Jika bekerja sebagai guru dilandasi dengan niat yang tulus ikhlas, Allah swt akan memberikan dua imbalan, yaitu imbalan di dunia dan imbalan di akhirat kelak. Ikhlas dalam menjalankan pekerjaan sebagai guru adalah landasan dari keberhasilan. Guru yang ikhlas tidak akan tersesat dan terperosok oleh bujuk rayu Iblis ataupun setan. Akan tetapi, guru yang tidak ikhlas tidak akan dapat membuahkan kebaikan melainkan hanya akan merugikan dan menyesatkan diri sendiri. Suatu saat perbuatan tidak baiknya akan terbongkar. Pekerjaan yang tidak dilandasi dengan keikhlasan akhirnya akan dijauhi guru yang lain. Berbeda dengan guru yang ikhlas, ia akan mendapatkan simpati dari pihak sekolah dan kawan-kawan guru.

Peran dan pengaruh niat sangat menentukan bahkan dapat mengubah nilai suatu perbuatan yang dilakukan. Bila guru dalam melakukan rutinitasnya sebagai pendidik didasari dengan niat yang tulus ikhlas, Allah swt menilainya sebagai pahala. Akan tetapi, sebaliknya bila guru tidak melandasi dengan niat yang tulus ikhlas, tidak dinilai apa-apa oleh Allah swt. Panggilan hati dan keteladanan dalam mengajar agar perintah dipandang sebagai pelita. Ajaran sebagai cahaya yang menurun pada kehidupan. Guru sanggup berperan sebagai pendidik yang sejati. Mendidik dan mengajar adalah tugas pokok dan tuntutan yang disandang guru. Dalam menjalankan pekerjaannya sebagai guru dibutuhkan kesabaran, ketulusan, dan dedikasi dalam membimbing para siswanya untuk menjadi manusia yang cerdas, berkualitas baik pengetahuan dan keterampilan serta berakhlak.

Pendidikan berkaitan dengan perkara membentuk pola pikir. Pendidikan merupakan dunia yang lahir dari rahim kasih sayang. Pendidikan dilakukan dengan hati  melalui ungkapan rasa kasih sayang keikhlasan dan suasana kekeluargaan. Mendidik dengan hati akan terjadi kesinambungan antara otak dan hati. Begitu ikhlas perjuangan para guru untuk mencerdaskan siswa. Dia juga menuntun siswa dari tidak tahu menjadi paham tentang dunia, perlahan mulai mengenalkan angka mulai dari 0 hingga 9, dan tidak lupa juga mengenalkan huruf mulai dari A hingga Z.

Guru dalam mendidik siswa harus mengacu pada pengembangan sikap yang bersumber dari hati nurani, sehingga sikap tersebut dapat membuat siswa menjadi manusia yang berkarakter mulia dan mampu memberi kontribusi pada lingkungan. Guru harus ikhlas dalam memberikan bimbingan kepada siswa sepanjang waktu. Seorang guru mendidik dengan tulus akan selalu memiliki ide dan menjalankan inovasi. Mendidik bersandarkan pada panggilan jiwa dengan kasih sayang, kesantunan, kepedulian. Komunikasi timbal balik antara siswa dan guru terus mengarah pada tujuan pendidikan. Posisi guru dapat menjadi bahan inspirasi, keberadaan, dan kehadirannya selalu dinanti siswa. Suasana kekeluargaan antara guru dan siswa dapat membentuk siswa menjadi kaum cendekia.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta