Wisata Hayak-Hayak Manyahuru Saran Sungei

Kontribusi dari ADMIN SIBER, 18 Desember 2018 08:57, Dibaca 273 kali.

oleh

Dr. Rusma Noortyani, M.Pd

(Baca Juga : Ornamen Mobil Hias Pawai Ta’aruf)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 

Pariwisata berkaitan dengan wisata termasuk di dalamnya objek sebagai daya tarik wisata beserta usaha yang berhubungan di bidang wisata. Objek wisata menjadi salah satu komponen yang penting dalam industri pariwisata dan juga sebagai salah satu alasan wisatawan melakukan perjalanan. Jika di luar negeri objek wisata disebut atraksi wisata (tourist attraction), sedangkan di Indonesia lebih dikenal dengan objek wisata.

Potensi dan daya tarik wisata berkenaan dengan berbagai sumber daya yang terdapat di sebuah daerah tertentu yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Daerah yang dimaksud adalah Kabupaten Kapuas. Potensi wisata menyangkut berbagai sumber daya yang dimiliki oleh Kabupaten Kapuas dapat dikembangkan menjadi suatu atraksi wisata (tourist attraction). Atraksi yang akan dikembangkan usaha kapal susur sungai, banana boat, jet sky. Usaha tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi dengan tetap memperhatikan aspek-aspek lainnya. Semua usaha yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata, seperti: a. alam (nature), yaitu segala sesuatu yang berasal dari alam yang dimanfaatkan dan diusahakan di tempat objek wisata yang dapat dinikmati dan memberikan kepuasan kepada wisatawan, misalnya, pemandangan alam berupa sungai, b) budaya (culture), yaitu segala sesuatu yang berupa daya tarik yang berasal dari seni dan kreasi manusia, misalnya upacara adat Dayak dan tarian tradisional Dayak, c) buatan manusia (man made), yaitu segala sesuatu yang berasal dari karya manusia, dan dapat dijadikan sebagai objek wisata, seperti benda-benda sejarah, huma betang Sei Pasah, kebudayaan, religi serta tata cara manusia. d) manusia (human being), yaitu segala sesuatu dari aktivitas manusia yang khas dan mempunyai daya tarik tersendiri yang dapat dijadikan sebagi objek wisata, misalnya, etnik Dayak di Kalimantan Tengah dengan cara hidup mereka yang memiliki keunikan.

Pengunjung domestik maupun mancanegara akan tertarik adanya sesuatu yang dapat dilihat (something to see), maksudnya adanya sesuatu yang menarik untuk dilihat. Artinya suatu objek wisata berbeda dengan objek yang lain yakni mempunyai keunikan sendiri, seperti sungai yang indah dan tertata unik. Selain itu, perlu diperhatikan juga atraksi wisata yang dapat dijadikan sebagai entertainment. Pengunjung juga jika tertarik dengan sesuatu yang dapat dibeli (something to buy), yaitu terdapat suatu yang menarik yang khas untuk dibeli. Benda atau makanan yang dapat dijadikan cinderamata untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Untuk cinderamata khas Kapuas berupa Getah Nyatu tersedia di Kapuas Hilir, anyaman rotan di Pulau Telo, anyaman purun di Pulau Petak serta buah tangan kripik Klakai, kripik nanas, tapai anser. Pengunjung juga menginginkan adanya suatu yang dapat dilakukan (something to do), yaitu suatu aktivitas yang dapat dilakukan di tempat itu yang bisa membuat orang yang berkunjung merasa betah di tempat tersebut. Aktivitas yang dimaksud berupa hayak-hayak manyuru saran sungei.

Pengembangan destinasi pariwisata di Kabupaten Kapuas berupa wisata alam. Wisata alam berkaitan dengan kegiatan perjalanan untuk menikmati gejala keunikan alam. Kegiatan ini dapat berupa pengelolaan atraksi wisata bahari dan ekowisata, misalnya TN. Tanjung Puting dan sekitarnya, TN. Sebangau dan sekitarnya. Selaras dengan prinsip dalam wisata alam (Rahardjo, 2000), yakni: 1) kontak dengan alam; 2) pengalaman yang bermanfaat secara pribadi maupun social; 3) wisata alam bukan mass tourism; 4) mencari tantangan fisik dan mental; 5) interaksi dengan masyarakat dan belajar budaya setempat; 6) adaptif dengan kondisi akomodasi perdesaan; 7) toleran terhadap ketidaknyamanan; 8) partisipasi aktif; dan 9) pengalaman lebih utama dibanding kenyamanan. Wisata budaya yang dapat dikembangkan antara pengelola bersama masyarakat sebagai pelaku usaha pariwisata, misalnya festival budaya Kalteng, mozaik Gereja Mandomai, Masjid Kyai Gede, Rumah Betang, dan Istana Kuning. Selanjutnya wisata buatan seperti taman wisata Nyaru Meteng, kapal wisata susur sungai, dan pengembangan waterfront city sebagai penunjang wisata susur sungai. Potensi wisata dan pengembangan pariwisata yang diharapkan tetap mengacu pada sapta pesona yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah-tamah, dan kenangan. (syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta