SISI ALUR SUNGAI KAPUAS

Kontribusi dari ADMIN SIBER, 19 Desember 2018 07:55, Dibaca 249 kali.

oleh

Dr. Rusma Noortyani, M.Pd

(Baca Juga : Bupati Resmikan Gor Di Bataguh)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 

Sungai sudah lama dimanfaatkan sebagai sumber air untuk berbagai keperluan hidup. Air digunakan untuk keperluan rumah tangga, perekonomian, sarana transportasi bahkan sebagai pariwisata. Sungai tidak hanya dimanfaatkan airnya, tetapi alur sungainya juga dimanfaatkan. Pemanfaatan dan pemeliharaan sungai dan alur sungai sebagai bagian dari pelindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sungai Kapuas bagian hilirnya disebut Sungai Kapuas Murung adalah sungai yang terletak di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Sungai tersebut memanjang dari Desa Tumbang Bukoi, Kecamatan Mandau Talawang sampai Desa Batanjung, Kecamatan Kapuas Kuala. Sungai itu bertemu dengan Sungai Kapuas Murung di Kuala Kapuas. Bagian hulu dari sungai sebagai daerah yang cukup tinggi daratannya. Namun, sungainya tidak terlalu lebar. Apabila hujan pada daerah hulu cukup banyak, ketinggian air akan naik, bahkan bisa menggenangi jalan-jalan di desa. Makin ke hilir, daratannya makin rendah, bahkan ketinggian daratan ada yang hanya mencapai 0-5 meter di atas permukaan laut. Meskipun demikian lebar sungai makin besar, sehingga kenaikan ketinggian air tidak terlalu besar.

Pemanfaatan dan pemeliharaan alur Sungai Kapuas sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Budaya masyarakat setempat dengan tradisi yang dimilikinya merupakan hal yang berpengaruh juga terhadap cara masyarakat memanfaatkan air sungai dan memelihara alur sungai. Kondisi lingkungan ini berpengaruh pada cara masyarakat dalam memanfaatkan dan memelihara alur sungai. Masyarakat setempat juga melakukan pemeliharaan agar alur sungai terhindar dari kerusakan, baik kerusakan secara alamiah maupun kerusakan karena aktivitas manusia. Masyarakat melakukan berdasarkan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun dalam memanfaatkan dan memelihara alur sungai. Namun, juga ada juga yang melakukannya dengan menggunakan teknologi yang relatif baru.

Pemeliharaan sungai-sungai yang besar biasanya dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemanfaatan dan pemeliharaan sungai-sungai yang kecil banyak dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menggunakan kebiasaan yang dimilikinya. Penggunaan alur sungai ternyata tidak seperti yang seharusnya. Jika terjadi kesulitan tempat pembuangan sampah di beberapa tempat. Ini merupakan hal yang menyebabkan alur sungai digunakan untuk pembuangan sampah oleh beberapa warga. Hal tersebut tentu saja menimbulkan pemandangan yang secara estetika tidak menyenangkan bahkan dapat menyebabkan pencemaran air. Di daerah hilir sampah yang terkumpul dapat menyebabkan penyumbatan alur sungai dan selanjutnya dapat menyebabkan banjir. Pembuangan sampah dapat juga dilakukan oleh masyarakat yang tinggalnya jauh dari alur sungai. Pemeliharaan alur sungai, baik air sungai maupun alur sungai telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Secara tidak langsung sungai tidak hanya diambil manfaatnya, baik dari sisi airnya maupun dari sisi alur sungainya.

Larangan melakukan perusakan dan pencemaran lingkungan untuk mencegah alur sungai digunakan sebagai tempat pembuangan sarnpah. Aktivitas diberikan melalui rambu-rambu untuk tidak membuang sampah di alur sungai dengan kata “dilarang membuang sampah sembarangan”. Dengan rambu peringatan ini paling tidak orang segan untuk membuang sampah di alur sungai. Larangan-larangan lain dapat juga disampaikan melalui rambu-rambu yang ditulis berdekatan dengan sungai. Selain itu, ada juga rambu yang berupa anjuran untuk melakukan sesuatu dalam rangka menjaga kondisi lingkungan sungai. Rambu tersebut seperti anjuran untuk menjaga pohon agar tumbuh dan tarawat dengan baik. Menanam dan menjaga tanaman penguat berguna untuk pencegahan terhadap bahaya erosi dan longsor. Kegiatan dapat dilakukan dengan menanami daerah dekat dengan alur sungai dan tebing sungai dengan  tanaman penguat. Tanaman di daerah dekat alur sungai dibiarkan alami tumbuh dengan berbagai macam pohon. Dalam pemanfaatan sungai oleh masyarakat diharapkan tetap nampak karakteristik dari masyarakat. Karakteristik tersebut mengedepankan kebersamaan berupa gotong royong dengan kontribusi dan partisipasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sifat kegotongroyongan masyarakat dalam menjaga sungai dari kerusakan menjadi ciri masyarakat setempat dalam menjaga kualitas lingkungan.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta