Cerdas Menjaga Waktu

Kontribusi dari ADMIN SIBER, 09 Januari 2019 09:38, Dibaca 320 kali.

oleh

Dr. Rusma Noortyani, M.Pd

(Baca Juga : HATINYA PKK RAIH PENGHARGAAN PAKARTI MADYA II TINGKAT NASIONAL)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 

Ada teman yang menyeletuk tidak terasa tiba-tiba sudah tahun 2019. Artinya tahun sebelumnya terasa begitu cepat. Namun, ada juga yang merasa begitu berat melalui tahun 2018 karena begitu banyak masalah yang dihadapi. Satu lagi, ada yang biasa saja menanggapi tahun yang dirasa sama saja dengan tahun sebelumnya tidak ada hal yang istimewa. Itulah waktu menjadi misteri kehidupan. Apabila sudah terjadi tidak akan dapat dikembalikan. Sebenarnya kita melalui waktu yang sama, tetapi cara memanfaatkannya yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan tidak punya waktu atau kurang waktu, ada yang mengatakan tidak ada waktu, dan ada juga yang merasa sangat menghargai waktu.

Cerdas dalam menghargai dan mengelola waktu untuk diri individu akan tercipta keteraturan dalam segala urusan. Berikut cara menjaga waktu dengan bijak, yaitu: pertama fokus pada kekuatan. Lucio A Noto menerapkan strategi untuk fokus pada kekuatan. Do what you do best, let others take care of the rest. Dengan cara ini banyak waktu yang dapat dihemat dan dialokasikan untuk melakukan hal-hal yang lebih penting atau lebih memiliki nilai tambah bagi kegiatan yang ditekuni. Untuk bidang-bidang lain yang bukan merupakan kekuatan dipangkas dan bidang yang sifatnya menunjang diserahkan pada pihak lain untuk mengelolanya.

Kedua, membuat daftar. William E Heinecke sangat mengandalkan daftar hal-hal yang harus dikerjakan dan orang-orang yang harus dihubunginya. Setiap hari kita membuat daftar things to do dan people to call. Daftar ini kita susun berdasarkan skala kepentingan. Sebelum hari berakhir kita melihat kembali daftar yang dibuat. Di sisa hari yang ada kita mencoba menyelesaikan apa yang belum terselesaikan. Dalam perjalanan pulang kita dapat memanfaatkan waktu menghubungi orang-orang yang belum sempat dihubungi. Dengan daftar ini kita akan merasa lebih memiliki kendali terhadap waktu dan hasil yang diharapkannya. Ketiga, mengingat tujuan. Sejalan dengan pendapat Bill Gates mengaitkan waktu dengan tujuan. Kita dapat membuat daftar tujuan yang akan dicapainya. Tujuan ini dijadikannya acuan ketika memimpin rapat. Jika ada pembicaraan yang melenceng dari tujuan, pembicaraan tersebut bisa dialihkan kembali ke arah yang telah disepakati bersama. Dengan demikian rapat yang mengacu pada tujuan tersebut bisa diadakan dalam waktu yang lebih sedkit dengan hasil yang lebih baik.

Keempat, menyisihkan waktu belajar. Jeffrey J Fox mengusulkan agar tiap orang secara rutin menyisihkan waktu untuk meningkatkan diri. Waktu yang dipilih dapat berbeda dari satu orang ke orang yang lain. Saat kita merasa lebih produktif pagi hari, bisa menyisihkan satu jam di pagi hari untuk belajar. Sebaliknya, jika waktu produktif kita malam hari, kita dapat menyisihkan waktu malam hari untuk belajar. Belajar pengembangan diri sebagai upaya mengisi pikiran agar terus melaju tanpa hambatan. Kelima, Keep it Simple and Sound (KISS). Strategi yang diterapkan Chuck Knight ini mengarah pada segala sesuatu termasuk tugas yang rumit bisa diselesaikan dalam waktu yang telah disepakati bersama. Caranya dengan memuat perencanaan. Dengan membuat rencana artinya setengah dari kesuksesan sudah dapat diraih. Dalam perencanaan, kita bisa memperkirakan waktu yang diperlukan, mengantisipasi kesulitan, dan menyiapkan strategi untuk mengatasi kesulitan tersebut sebelum kesulitan tersebut berubah menjadi masalah. Keenam, melihat ke depan. Bob Eaton mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk melihat ke depan. Dengan memanfaatkan kekuatan visi, kita bisa melihat arah kegiatan akan melaju. Ketika kita melihat ke depan, dapat tampak halangan yang menghadang dalam perjalanan menuju masa depan. Tujuannya agar kita dapat mengambil keputusan untuk mengendalikan arah demi menghindari penghalang.

Upaya menjaga waktu dengan bijak akan membangun kebiasaan untuk memanfaatkan waktu. Kuncinya adalah disipilin diri melalui ketaatan dan kepatuhan terhadap suatu norma atau nilai yang terdapat dalam suatu dimensi waktu. Langkah awal yang dapat kita lakukan untuk tahun ini dengan menuliskan dari jam ke jam hal yang biasa dilakukan. Kemudian identifikasi kebocoran waktu yang terjadi. Selanjutnya kita dapat memulai dan memilih strategi pengelolaan waktu yang paling tepat sesuai dengan kondisi. (syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta