RSUD Lakukan Penyuluhan Kesehatan Kejang Demam Pada Anak Melalui RSPD

Kontribusi dari RSUD KAPUAS, 09 Januari 2019 09:00, Dibaca 1,635 kali.

KUALA KAPUAS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kapuas melakukan penyuluhan kesehatan tentang HIV / AIDS melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Kapuas dengan Frekuensi 91,4 FM, yang pada kesempatan itu disampaikan langsung oleh dr. Putri Evalda Rizki Zulkarnain, Sp.A selaku Dokter Spesialis Anak RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, beserta Tim PKRS, yang mana Penyuluhan Kesehatan tersebut merupakan kegiatan rutin Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS), Rabu (9/1).

Pada kesempatan itu dr. Putri menerangkan bahwa kejang demam pada anak merupakan peristiwa yang menakutkan bagi orangtua. Kelainan neurologik yang sering dijumpai pada 2-5% anak berusia 6 bulan- 5 tahun.

(Baca Juga : Kolaborasi Kuala Kapuas dan Banjarbaru Dalam Promosikan Pariwisata)

Definisi Kejang Demam yaitu bangkitan kejang yang terjadi pada anak berumur 6 bulan – 5 tahun yang mengalami kenaikan suhu tubuh (> 38 C) yang tidak disebabkan oleh proses intrakranial (di dalam rongga kepala). Kejang yang disebabkan infeksi susunan saraf pusat, gangguan elektrolit atau gangguan metabolik tidak termasuk kejang demam.

Asal mula terjadi kejang demam dimulai dari infeksi virus/bakteri yang mengakibatkan terjadinya inflamasi/peradangan sehingga menyebabkan hipertermi/panas tinggi, terjadi perubahan keseimbangan dari membran sel neuron, mengakibatkan terjadinya lepas muatan listrik, dengan bantuan neurotransmiter, lepas muatan listrik ini dapat meluas ke seluruh sel maupun ke membran sel tetangganya, sehingga terjadilah kejang.

Klasifikasi Kejang dibagi dua, yaitu pertama Kejang Demam Sederhana (80%) dengan ciri Kejang sebentar(< 5 menit) umumnya akan berhenti sendiri, kejang berbentuk umum tonik dan atau klonik, tanpa gerakan fokal, dan tidak berulang dalam waktu 24 jam, yang kedua Kejang Demam Kompleks seperti kejang lama > 15 menit, kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang parsial, berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan pemeriksaan darah untuk evaluasi sumber infeksi, fungsi lumbal, EEG, dan CTScan atau MRI.

Faktor risiko berulangnya kejang demam adalah riwayat kejang demam dalam keluarga, usia < 12 bulan, temperatur yang rendah saat kejang (<39), cepatnya kejang setelah demam, dan bila kejang demam pertama adalah kejang demam kompleks. Bila semua faktor tersebut diatas ada kemungkinan berulang kejang 80%, bila tidak ada 10-15%.

"Saat kejang terjadi pada anak, hal yang harus dilakukan oleh orang tuanya tetap tenang dan tidak panik, kendorkan pakaian yang ketat terutama di sekitar leher, bila tidak sadar, posisikan anak miring. Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung, walaupun kemungkinan lidah tergigit, jangan memasukkan sesuatu ke dalam mulut, ukur suhu (bila kejang demam), observasi, catat lama dan bentuk kejang, berikan diazepam rektal bila kejang masih berlangsung lebih dari 5 menit. Jangan diberikan bila kejang telah berhenti, tetap bersama pasien selama kejang, berikan diazepam rektal bila kejang masih berlangsung lebih dari 5 menit. Jangan diberikan bila kejang telah berhenti, bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung > 5 menit, suhu > 40 C, kejang tidak berhenti dengan diazepam rektal, kejang fokal, setelah kejang anak tidak sadar, / terdapat kelumpuhan."pungkasnya. (RSUD/Hmskmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta