Filter dalam Akses Internet

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 13 Februari 2019 10:37, Dibaca 214 kali.

oleh

Dr. Rusma Noortyani, M.Pd.

(Baca Juga : PAUD Masa Depan)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 

Jangkauan internet ditujukan supaya penggunanya mudah mendapatkan informasi serta mengaksesnya. Untuk itu perlu dilakukan penyaringan pendidikan dengan internet. Kadang orang tua tak berdaya ketika menghadapi tantangan untuk melindungi anak dari efek negatif internet. Wales, pendiri Wikipedia, sempat mengutarakan pertanyaan yang menggelitik tentang orang tua melindungi anaknya dari bahaya internet. Bahaya internet berkenaan dengan konten negatif yang dinilai dapat merusak anak. Konten negatif bahkan dapat masuk ke jejaring sosial melalui akun-akun media sosial.

Konten dan aplikasi negatif dapat menimbulkan dampak buruk bagi penggunanya. Konten tersebut dapat berupa informasi terkait fitnah, informasi hoaks, ujaran kebencian, dan SARA. Pengakses internet harus terlindungi dari upaya yang ingin menjadikan internet sebagai media baru untuk menjalankan atau menyebarkan konten negatif. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengoperasikan mesin pengais konten negatif sebagai langkah untuk menangkal konten negatif di internet. Adapun manajemen penanganan hoaks, seperti patroli siber tim Artificial Intelligence System (AIS), verifikasi dan klarifikasi fakta melalui stophoax.id, kerjasama publikasi rutin penanganan kontek hoaks dengan media nasional, pembatasan jumlah forward massage pada platform WhatsApp, literasi digital, siaran pers, LINE Kolibri Stop Hoax, BBM Kolibri Stop Hoax, Miss Lambe Hoaks, penanganan aduan isu hoaks oleh tim AIS.

Mesin Artificial Intelligence System memiliki kemampuan untuk mengklasifikasi jutaan tautan yang terdeteksi mengandung konten negatif. Mesin tersebut diharapkan dapat mempermudah dalam menangkal konten negatif di internet. Pendidikan untuk mengakses hal positif sangat diperlukan orang tua untuk melindungi anak sebagai pengguna dunia maya. Orang tua mendampingi anak ketika mengakses internet dan berikan penjelasan serta  batasan yang boleh diakses. Tujuannya untuk mengakses internet yang sehat agar tidak menggunakan internet untuk hal-hal negatif. Berkaitan dengan itu, pengguna internet dapat mengunduh, mengunggah, ataupun mengakses internet hanya untuk hal positif. Harapannya masyarakat ikut berkontribusi dalam mengadukan konten negatif yang ditemui saat berselancar di internet.

Untuk mewujudkan internet sehat tidak dapat lepas dari kerja keras semua pihak. Penggunaan layanan informasi disertai akses ke sumber ilmu pengetahuan berdasarkan kepada kemampuan pengguna teknologi. Pengaturan yang dilakukan agar memberikan rasa aman bagi pengguna internet akan konten negatif. Kesepakatan untuk mengatasi konten negatif perlu dijalankan dengan penapisan (filtering) atau blokir. Adanya pembinaan melalui sosialisasi terhadap pengguna agar memakai internet secara baik. Artinya diperlukan literasi digital agar dapat tepat, cermat, cerdas, dan tanggung jawab.

Teknik dan strategi yang dilakukan untuk menangkal akses situs berkonten negatif tetap mengutamakan filter dari diri pengguna internet. Filter yang dimaksud, baik pencarian, pemanfaatan, maupun penyebaran informasi harus dikontrol dan dibatasi. Penekanannya selalu mengarah terhadap semangat dalam kebebasan berekspresi dan berinformasi secara bijak. Pengaturan agar konten yang diakses menjurus pada konten yang bermanfaat, mencerdaskan dan dapat membangun karakter bangsa.

Cerdas berinternet dapat dijadikan sebagai gudang ilmu dalam pencarian informasi yang menunjang pekerjaan, pelajaran, perkuliahan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, jejaring sosial dapat dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi, berbagi informasi yang benar, dan berdiskusi hal positif. Oleh karena itu, akseslah internet secara  bijak, tetap atur waktu dalam mengakses agar selalu produktif untuk terlepas dari konten negatif. (syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta