Promkes RSUD Kapuas Lakukan Penyuluhan tentang Nyeri Punggung Bawah

Kontribusi dari RSUD KAPUAS, 20 Februari 2019 09:00, Dibaca 376 kali.

KUALA KAPUAS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kapuas melakukan penyuluhan kesehatan tentang Nyeri Punggung Bawah (NBP) atau (LBP / Low Back Pain), yang pada kesempatan itu disampaikan langsung oleh dr. Oktamina F. Pinem, Sp.KFR,  selaku Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, beserta Tim PKRS, yang mana Penyuluhan Kesehatan tersebut merupakan kegiatan rutin Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS), Rabu (20/02) lalu.

dr. Oktamina menjelaskan nyeri punggung bawah (NPB) adalah suatu gejala klinik yang ditandai dengan gejala utama, rasa nyeri atau perasaan lain yang tidak enak di daerah tulang punggung bagian bawah dan sekitarnya. Permasalahan pada NBP antara lain, masalah muskuloskeletal paling sering di dunia, sekitar 85% orang dewasa pernah mengalami, merupakan salah satu alasan yang sering menyebabkan pasien datang ke dokter umum atau dokter layanan primer, memiliki dampak besar pada gaya hidup, kualitas hidup, dan disabilitas yang berhubungan dengan pekerjaan, produktivitas menurun.

(Baca Juga : Kapolres dan Dandim Baru Ramah Tamah di Rujab Bupati )

Penyebab NPB yaitu faktor mekanik seperti ketegangan/ kekakuan otot/ tendon/ ligament, proses degenaratif , HNP/ penjepitan saraf, penyempitan saluran sumsum tulang belakang, retak dan pergeseran tulang belakang, faktor non mekanik seperti tumor, infeksi, penyakit rematik inflamasi, penyakit paget tulang, faktor yang berasal dari organ dalam seperti penyakit organ kandungan dan sekitarnya, ginjal dan salurannya, lambung, hati, pankreas, pembuluh darah, serta faktor psikologis.

Untuk faktor risiko yaitu posisi tubuh yang tidak benar pada saat duduk, berdiri maupun berbaring dalam waktu yang cukup lama, cara mengangkat beban dengan cara yang salah, memakai sepatu tumit tinggi, bekerja dengan alat-alat yang bergetar, mengendarai mobil jangka lama, melakukan aktivitas fisik yang berat, dan obesitas / kegemukan.

Keluhan/ gejala NPB pada umumnya seperti, rasa sakit, ketegangan otot atau kekakuan yang dirasakan di daerah punggung bagian bawah. Umumnya setelah mengangkat barang berat pada posisi tubuh membungkuk dan berputar, gejala penjepitan saraf yaitu nyeri tajam mengiris, bertambah saat membungkuk, bersin, mengejan dan menjalar ke tungkai atau kaki, dan kesemutan, serta tak mampu melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Pemeriksaan yang perlu dilakukan Anamnesis dan pemeriksaan fisik, termasuk postur, foto rontgen, CT scan, MRI, EMG.
Hati-hati dengan kondisi seperti riwayat cancer, penurunan BB yang tidak dapat dijelaskan, pemakaian kortikosteroid yang lama, usia tua, trauma, osteoporosis, demam, nyeri punggung pada saat istirahat atau pada malam hari, serta disfungsi BAK/ BAB.

Penatalaksanaan nyeri punggung bawah dapat dilakukan, antara lain Konservatif seperti Medikasi ( NSAID) dan Rehabilitasi Medik serta Operatif (tindakan operasi). Rehabilitasi Medik adalah Pelayanan kesehatan terhadap gangguan fisik dan fungsi yang diakibatkan oleh keadaan/kondisi sakit, penyakit atau cedera melalui paduan intervensi medik, keterapian fisik, dan atau rehabilitatif untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal.

Kapan pasien berobat ke Rehabilitasi Medik, apabila ditemukan gangguan fisik dan masalah fungsi, indikasi pemberian terapi modalitas fisik dan terapi latihan, indikasi pemberian orthosis serta untuk memperbaiki fungsi mobilisasi dan fungsi aktivitas sehari-hari. Tujuan program Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yaitu mengurangi keluhan/gejala, mencegah cedera lebih lanjut, mengoptimalkan kekuatan, ketahanan, koordinasi, mengoptimalkan fungsi sehari-hari, meminimalkan disabilitas/kecacatan, serta mengembalikan ke aktivitas fungsional yang normal.

Program Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang dapat dilakukan seperti Terapi panas (kompres hangat, IRR, MWD, SWD, USD), Terapi dingin (kompres dingin, Cryotherapy), Terapi listrik (TENS), Terapi mekanik (Traksi), Terapi kejut (RSWT), Laser (LLLT, HILT), dan Orthose (Kewaspadaan pada penggunaan korset lumbosacral, dapat terjadi atrofi otot (risk factor osteoporosis), dan Ketergantungan secara psikologis), Exercise Therapy / Terapi Latihan (Memperbaiki fungsi dan menurunkan nyeri, banyak program yang tersedia sesuai kebutuhan, tergantung kasus).

"Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan terapi latihan, yaitu tidak ada penyakit yang membahayakan bila melakukan latihan, latihan dilakukan secara rutin (setiap hari pagi & sore), Latihan ditingkatkan secara bertahap, dan latihan dilakukan pada dasar yang datar. Yang harus dilakukan adalah mencegah terjadinya NPB adalah faktor terpenting yaitu dengan memperhatikan postur yang benar saat berbaring / tidur, duduk, jalan, saat beraktivitas/ mengangkat barang, mengemudi dan lain-lain", pungkasnya. (RSUD/Hmskmf)

 

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta