E-Museum Memberi Edukasi

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 06 Maret 2019 07:22, Dibaca 255 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : KAPUAS MASUK KATEGORI RAWAN BENCANA)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 


Pemanfaatan teknologi informasi sangat berguna untuk penyampaian pemberitahuan kepada masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun sistem informasi e-museum berisi tentang benda-benda sejarah dan budaya. Sistem tersebut berguna untuk masyarakat sewaktu mencari informasi tentang objek histori. Dengan sistem informasi e-museum diharapkan membantu masyarakat dalam memperoleh pengetahuan mengenai koleksi yang ada di museum. Sebagaimana penelitian Surya dan Sholeh (2014) menyebutkan e-museum sebagai media memperkenalkan cagar budaya di kalangan masyarakat. 

Association of Museum (1998) menerangkan melalui museum membolehkan setiap orang untuk melakukan penelitian berkaitan dengan inspirasi, pembelajaran, dan kesenangan. Museum mengumpulkan dan merawat benda-benda ilmu pengetahuan alam, benda-benda seni, dan benda-benda yang memiliki sejarah penting agar bernilai dan dapat dipamerkan kepada masyarakat. Berbagai koleksi dipamerkan di museum sejarah yang memberikan edukasi terhadap sejarah dan relevansinya terhadap masa kini dan masa lalu. Beberapa museum sejarah menyimpan aspek kuratorial tertentu dari sejarah lokal tertentu. Museum ini memiliki koleksi yang beragam termasuk dokumen, artefak, seni, dan benda arkeologi. Selain itu, ada juga museum sejarah alam yakni museum yang memamerkan dunia alam yang memiliki fokus di alam dan budaya. Pada umumnya memberi edukasi yang berfokus pada sejarah kuno dan antropologi.

Jenis selanjutnya museum spesialisasi merupakan museum yang menspesialisasikan pada topik tertentu, seperti museum kain khas daerah dan museum alat musik daerah. Museum ini umumnya memberi edukasi dan pengalaman yang berbeda dibandingkan museum lainnya. Berikutnya museum seni yang dikenal sebagai sebuah galeri seni. Museum ini menjadi sebuah ruang untuk pameran seni, biasanya merupakan seni visual dan biasanya terdiri dari lukisan, ilustrasi, dan patung. Koleksi dari lukisan dan dokumen lama biasanya tidak dipamerkan di dinding, tetapi diletakkan di ruang khusus. Kemudian museum otomotif merupakan museum yang memamerkan kendaraan. Adapun museum maritim merupakan museum yang menspesialisasikan terhadap objek yang berhubungan dengan kapal, perjalanan di laut dan danau.

Koleksi science museum menampilkan museum yang membahas tentang seputar masalah saintifik dan sejarahnya. Untuk menjelaskan penemuan-penemuan yang kompleks pada umumnya digunakan media visual. Museum jenis ini memungkinkan memiliki studio max yang merupakan studio visual tiga dimensi. Seterusnya, museum open air merupakan museum yang mengoleksi dan membangun kembali bangunan tua di daerah terbuka. Museum ini bertujuan menciptakan kembali bangunan dan suasana lanskap masa lalu. Terakhir museum virtual merupakan museum yang berada di dunia maya berupa internet dengan kata lain museum ini tidak memiliki fisik, tetapi berisi data.

Museum memberikan program inovasi dan pameran-pameran menjadi sumbangan khas kepada kehidupan suatu budaya komunitas. E-museum dapat mengintegrasikan informasi yang ada di museum dengan harapan pengunjung mampu untuk mengagumi, memikirkan, memeriksa, dan menyelidiki koleksi yang ada di museum. Cara ini sebagai rintisan jalan untuk meraih pelaksanaan museum berbasis elektronik dan melatih tenaga-tenaga ahli dalam merencanakan program e-museum. Manfaatnya agar informasi tentang koleksi benda di museum tetap selalu bertahan, selalu diingat, dan selalu dipelajari oleh masyarakat. Dengan demikian, informasi museum tersebut dapat terorganisasi dengan rapi dan terdokumentasi dengan baik.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta