Aktivitas Konkret Festival Seni Budaya Daerah TMPT

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 14 Maret 2019 15:42, Dibaca 244 kali.

oleh

Dr. Rusma Noortyani, M.Pd.

(Baca Juga : Pj Bupati Kapuas Komitmen Cegah Karhutla)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 

Bermacam budaya di Indonesia sebagai wujud warisan Bhineka Tunggal Ika. Warisan budaya yang berbeda ini berasal dari tiap-tiap suku. Kesadaran terhadap pengelolaan dan pelestarian warisan budaya memiliki kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu dan melindungi bangsa. Sebagaimana diungkapkan Puguh (2015) bahwa kebudayaan daerah merupakan sumber yang sangat kaya untuk membangun kebudayaan Indonesia. Pelestarian budaya akan terwujud menjadi suatu upaya untuk mengaktualkan kembali warisan budaya dalam konteks sistem yang ada saat ini.

 Upaya dari pergelaran budaya berupa festival sudah banyak diselenggarakan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Kapuas. Festival menjadi salah satu bentuk yang paling umum dari perayaan budaya. Acara yang dilaksanakan tahun 2019 ini bernama Festival Seni Budaya Daerah Tingang Menteng Panunjung Tarung (TMPT) Kabupaten Kapuas. Festival Seni Budaya Daerah TMPT dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 11 s.d. 14 Maret 2019. Festival ini menjadi sebuah ajang kebudayaan yang menampilkan kebudayaan masyarakat di Kabupaten Kapuas. Aktivitas tersebut menjadi wujud kebudayaan dan berupa tindakan berpola dalam masyarakat bersifat konkret, dapat diamati, dan didokumentasikan.

Festival berupa pertunjukan seni dan budaya Kabupaten Kapuas mendorong semangat patriotisme agar lebih kreatif dalam meningkatkan eksistensi budaya. Rangkaian kegiatan lomba yang diikuti, seperti lomba tari Daerah Pedalaman terdiri dari 15 grup dari 5 kecamatan, lomba Karungut Putra Putri sebanyak 35 orang terdiri dari putra 18 orang dan putri 17 orang meliputi 8 kecamatan. Selain itu, lomba Lawang Sakepeng sebanyak 13 regu dari 5 kecamatan, lomba Bagasing 9 regu dari 5 kecamatan dan lomba Balogo sebanyak 13 regu dari 6 kecamatan. Adapun peserta dari sanggar atau kelompok yang ada di kecamatan se-Kabupaten Kapuas, sedangkan kecamatan yang mengikuti adalah Kecamatan Selat, Kapuas Hilir, Kapuas Timur, Bataguh, Tamban Catur, Basarang, Pulau Petak, Kapuas Murung, Dadahup, dan Pasak Talawang. Penyelenggaraan Festival Seni Budaya Daerah TMPT tersebut pertunjukkan kekayaan warisan budaya.

Lomba yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kapuas ini menyimpan keunikan warisan budaya yang berbeda dengan suku lainya. Cara tersebut dimaknai dengan menjaga budaya daerah. Kuat tidaknya kebudayaan nasional ditentukan oleh kuat tidaknya kebudayaan daerah. Kebudayaan nasional diibaratkan sebagai buah dan daun, sedangkan budaya daerah diibaratkan sebagai akarnya. Akar pohon itu harus selalu dipupuk agar tetap subur dengan pengembangan dan pelestarian budaya daerah (Sutardi, 2007).

Festival Seni Budaya Daerah TMPT menjadikan usaha pemberian makna supaya budaya daerah Kabupaten Kapuas menjadi suatu yang bermakna bagi masyarakat dan juga mendapat penghargaan melalui berbagai lomba budaya. Ragam seni budaya dikolaborasikan dalam satu rangkaian acara berkaitan dengan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-213 dan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Kapuas ke 68 tahun 2019. Pelestarian budaya seperti sejarah kebudayaan, identitas sosial, kesenian, bahasa, stabilitas kebudayaan, kepercayaan atas kebudayaan dan nilai, aturan-aturan budaya (Liliweri, 2004) dapat terlaksana tanpa menghilangkan makna kehidupan budaya (Pontoh, 1992). Kebijakan pemerintah dalam pemanfaatan warisan budaya dengan melibatkan masyarakat akan berfungsi sesuai peranan dalam pengelola warisan budaya. Pada saat bersamaan pengelola warisan budaya harus menempatkan dari sebagai penanggungjawab kelestarian dan pemanfaatan budaya.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta