Suara Masa Depan

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 01 April 2019 08:28, Dibaca 217 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : Bupati Keluarkan Surat Edaran Kesiapsiagaan Bencana)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 

Suara Anda menentukan masa depan bangsa. Kalimat dari video KPU Kabupaten Kapuas ini dibuat sebagai bagian persuasi dari pemilihan umum. Pemilihan umum dapat diartikan sebagai suatu proses untuk memilih orang-orang yang akan menduduki kursi pemerintahan. Pemilihan umum tersebut diadakan untuk mewujudkan negara yang demokrasi dan para pemimpinnya dipilih berdasarkan suara mayoritas terbanyak. Meskipun setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk memilih, tetapi Undang-Undang Pemilu mengadakan pembatasan umur untuk dapat ikut serta di dalam pemilihan umum. Batas waktu untuk menetapkan batas umum ialah waktu pendaftaran pemilih untuk pemilihan umum, yakni sudah genap berumur 17 tahun ke atas atau sudah kawin.

Pemilihan presiden dan wakil presiden menjadi sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 untuk memilih presiden dan wakil presiden. Pemilihan presiden dan wakil presiden dilaksanakan berdasarkan asas lansung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pemilihan ini diadakan setiap 5 tahun sekali pada hari libur dan hari yang diliburkan. Untuk tahun ini akan dilaksanakan pada Rabu, 17 April 2019.

Pemilu dalam pelaksanaannya bertujuan: 1) sebagai mekanisme untuk menyeleksi para pemimpin pemerintahan dan alternatif kebijakan umum, 2) sebagai pemindahan konflik kepentingan dari masyarakat kepada badan badan perwakilan rakyat melalui wakil wakil yang terpilih atau partai yang memenangkan kursi sehingga integrasi masyarakat tetap terjamin, dan 3) sebagai sarana memobilisasi, menggerakan atau menggalang dukungan rakyat terhadap negara dan pemerintahan dengan jalan ikut serta dalam proses politik (Prihatmoko, 2003:19).

Berkaitan dengan pemilihan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu. Kampanye dilaksanakan sebagai bagian dari penyelenggaraan pemilu presiden dan wakil presiden. Pemilihan presiden merupakan perwujudan dianutnya kedaulatan rakyat (demokrasi) untuk memilih pemimpin secara langsung. Mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung oleh rakyat dalam jangka waktu yang pasti memberikan konsekuensi terhadap kedudukan lembaga eksekutif tersebut agar tidak bergantung pada dinamika lembaga-lembaga negara yang lain. Hubungan tersebut dapat terciptanya stabilitas kelembagaan yang berimplikasi terhadap tercapainya pemerintahan yang kuat dan stabil.

Mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan melalui sistem mayoritas absolut dan mayoritas sederhana. Prinsip mayoritas absolut diterapkan apabila telah diperoleh pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 50% yang kemudian akan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden. Apabila tidak terpenuhi suara lebih dari 50%, diterapkan mayoritas sederhana  melalui putaran kedua atau dikenal juga dengan istilah first past the post election. Dengan demikian, pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung pada dasarnya akan memberikan legitimasi yang kuat pada kedudukan presiden dan wakilnya.

Pemilu yang demokratis menginginkan timbulnya gagasan dan ide yang ditawarkan oleh calon presiden dan wakil presiden. Ini menjadi penting sebagai sarana dalam melakukan pendidikan  politik yang baik. Selain itu, setiap pasangan calon tersebut dapat memberikan alternatif-alternatif kebijakan yang akan dilakukan untuk melakukan perubahan ataupun perbaikan dalam pembangunan di negara kita. Oleh karena itu, pemilih memilih berdasarkan tawaran tidak karena faktor emosional dan kedekatan psikologis yang ditonjolkan oleh pasangan calon kepada pemilih.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta