Kemenangan dalam Kompetisi

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 17 April 2019 14:40, Dibaca 241 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : Ibu Shibghah Pertama pada Anak)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 


Kompetisi yang bersifat kelompok maupun perseorangan dengan menonjolkan kerjasama tetap berharap pada sebuah kemenangan. Dalam berkompetisi akan ada pemenang dan ada yang kalah. Seyogianya tidak sombong dalam menerima kemenangan. Jika meluapkan kemenangan boleh dilakukan sepanjang tidak menyinggung kelompok lain. Kebalikan dengan adanya kekalahan yang manjadi hal menyakitkan bagi orang yang mengalaminya. Jika itu terjadi tidak semua mampu menerima kekalahan dengan lapang dada. Menerima kekalahan dengan besar hati perlu dibina. Berani menerima kekalahan sekaligus mau mengakui kemenangan lawan adalah pribadi yang baik. Hal ini berarti mengajarkan untuk menerima kekalahan adalah tindakan pembentukan karakter.

Tujuan kemenangan yang besar akan terwujud dengan strategi yang hebat (Ruslan, 2006). Strategi politik merupakan penyusunan rencana dan segala cara yang bertujuan untuk meraih kemenangan politik karena tujuan akhir dari penyusunan strategi adalah meraih kemenangan dalam kontestasi politik. Pemilu kali ini merupakan bagian dari kegiatan politik memerlukan strategi yang kompleks dan terdiri dari berbagai macam proses perencanaan yang yang rasional. Kandidat melakukan berbagai hal strategi politik yang sama, seperti melakukan sosialisasi diri, program serta visi misi dengan menggunakan berbagai media sosialisasi seperti baliho, iklan di media elektronik dan media komunikasi, melakukan dan meningkatkan intensitas kunjungan/pertemuan dengan rakyat, adanya tim sukses, adanya kampanye, serta debat publik. 

Efektivitas dari strategi harus disesuaikan dengan perkembangan saat ini. Strategi bertahan meliputi berbagai macam perencanaan dalam segala bidang yang dijajaki mulai dari hubungan sosial masyarakat, pengelolaan ekonomi sampai pada perencanaan atau pengelolaan kekuasaan yang menjadi bagian dari politik. Strategi dapat diartikan sebagai bagian dari suatu penyusunan rencana dan rencana sebagai bagian dari sebuah proses perencanaan dari penyusunan rencana dan proses perencanaan juga merupakan bagian dari proses manajerial. Dari proses penyusunan strategi dibutuhkan rencana yang matang dan perencanaan yang terukur. 

Sebuah konsep yang menawarkan sebuah partai politik atau kontestan mampu membuat sebuah program yang berhubungan dengan masalah aktual yang terjadi di masyarakat. Untuk itu diperlukan kejelian masyarakat dalam memilih dengan harapan partai yang dipilihkannya akan menang. Sistem pemilu yang memperbolehkan partai politik untuk bersaing secara sehat untuk merebut simpati konstituen. Begitu juga diperlukan banyak inovasi dan strategi baru yang ditawarkan untuk menciptakan kemenangan tersebut.

Penyebarluasan informasi tentang kandidat, partai, dan program yang dilakukan oleh para komunikator politik melalui saluran-saluran komunikasi tertentu yang ditujukan kepada sasaran tertentu dengan tujuan mengubah wawasan, pengetahuan, sikap, dan perilaku para calon pemilih sesuai dengan keinginan pemberi informasi. Hal tersebut dilakukan untuk membantu pada pelaku politik mengenal calon pemilih supaya dapat memetakan domain politik yang sesuai dengan keperluan masyarakat. Dengan melihat kecenderungan dan segmentasi yang ada di masyarakat. Reformasi yang dilakukan saat ini menawarkan sistem pemilu yang membebaskan persaingan langsung. Kemenangan yang diraih membantu partai politik atau kandidat untuk menjadi lebih baik dalam mengenal masyarakat yang diwakili kemudian mengembangkan program kerja sesuai aspirasi masyarakat dengan didukung penggunaan komunikasi politik yang baik. (syatkmf)

 
 
 
 

 

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta