Keserasian Persatuan

Kontribusi dari OPR. SIBER_1, 18 April 2019 05:39, Dibaca 1,955 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : Bupati Buka Kegiatan Safari Ramadan )

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

Ketika memilih nomor satu atau nomor dua menjadi hak warga negara. Selanjutnya hasil dari pilihan itu menjadi nomor tiga terkait sila ketiga berbunyi Persatuan Indonesia. Persatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh dan tidak terpecah-belah. Arti lebih luasnya, yaitu berkumpulnya macam-macam corak dari berbagai kalangan, ras, budaya, dan adat istiadat dalam masyarakat yang bersatu dengan serasi. Kesatuan merupakan hasil dari persatuan yang telah menjadi utuh.  Untuk itu persatuan dan kesatuan sangat erat hubungannya.

Persatuan dan kesatuan adalah hal penting yang harus dimiliki setiap bangsa.  Makna pokok dari persatuan, yaitu: 1) menjaga rasa persatuan dan kesatuan dengan menjalin rasa kebersamaan dan saling melengkapi, 2) menjalin toleransi dan rasa kemanusiaan dengan hidup berdampingan secara harmonis, dan 3) menjalin rasa kekeluargaan, persahabatan, saling tolong-menolong, dan rasa nasionalisme. Ketika sudah dapat memaknai persatuan dan kesatuan, selanjutnya memahami nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai itu adalah mempertahankan persatuan dan kesatuan wilayah NKRI, meningkatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, toleransi, menjunjung tinggi hak asasi manusia, menerapkan rasa kekeluargaan, musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan, dan bersikap adil.

Untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa terdapat beberapa prinsip yang menjadi pondasinya. Ada lima prinsip penting, yakni pertama, prinsip Bhinneka Tunggal dengan menjiwai arti Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Dengan beragam kebudayaan, ras, dan agama di negara kita diwajibkan bersatu dalam satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Kedua, prinsip nasionalisme Indonesia merupakan rasa cinta dan kesetiaan terhadap bangsa Indonesia. Nasionalisme merupakan sikap politik dari masyarakat yang memiliki tujuan dan cita-cita yang sama. Namun, hal tersebut tidak membuat bangsa Indonesia merasa unggul dan menganggap rendah bangsa lain karena itu dapat menodai sila yang terkandung dalam Pancasila. Ketiga, prinsip kebebasan yang bertanggung jawab artinya setiap orang diberi hak untuk memenuhi kemauannya dan tidak menyalahi hak asasi manusia. Jika sampai melanggar dan merugikan orang lain akan diberikan sanksi berdasarkan perbuatannya. Keempat, prinsip wawasan nusantara berupa cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang diri dan bentuk geografis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Wawasan nusantara dilaksanakan untuk memenuhi tujuan nasional. Adanya fungsi sebagai pedoman, motivasi, dan rambu-rambu dalam menentukan keputusan untuk menyelenggarakan negara. Kelima, prinsip persatuan pembangunan untuk mewujudkan cita-cita reformasi dapat mengisi kemerdekaan dengan baik. Caranya dengan melakukan pembangunan dengan dilandasi rasa persatuan.

Persatuan dan kesatuan seluruh komponen bangsa sangat penting karena hanya dengan persatuan dan kesatuan yang kokoh bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar akan dapat memaksimalkan upayanya menjadi negara yang terkemuka dan maju. Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju diawali dengan memberikan pendidikan yang baik. Dengan pendidikan yang maju bangsa ini akan dapat menjadi bangsa yang bersatu dan bangsa yang dapat mengolah potensi alamnya yang sangat kaya.

Perbedaan melalui keanekaragaman harus menjadi kekuatan yang saling mengisi dan melengkapi. Persatuan dan kesatuan bangsa dapat terbentuk dari proses yang tumbuh dari berbagai unsur sosial budaya masyarakat. Persatuan dan kesatuan bangsa dapat mewujudkan negara yang maju dan sejahtera. Usaha bersama dalam meraih persatuan bangsa dan keutuhan negara ini untuk bersatunya berbagai corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta