Potret Interaksi Sosial Nelayan

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 25 April 2019 09:51, Dibaca 1,628 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : Pahlawan Merah Putih)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia 

 


Interaksi sosial menjadi kunci dari semua kehidupan sosial. Tanpa adanya interaksi sosial tidak akan ada kehidupan bersama. Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis dan dapat berupa hubungan antara individu yang satu dan individu lainnya, antara kelompok yang satu dan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dan individu. Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya hubungan social. Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan.

Interaksi dalam masyarakat nelayan dengan lingkungannya secara baik dapat dilihat pada tingkat pendidikan, tempat tinggal nelayan, jumlah anggota dalam keluarga nelayan. Pola kehidupan sosial nelayan tidak terlepas dari kegiatan ekonomi. Berhubungan dengan masalah ekonomi untuk keluarga nelayan erat kaitannya tentang nasib keluarga nelayan. Ketergantungan nelayan akan laut membuat mereka terikat dengan pekerjaan menangkap ikan di laut. Pekerjaan sebagai nelayan membatasi aktivitas dalam bersosial.

Interaksi sosial dapat terpenuhi karena adanya dua syarat (Sukanto, 2003), yakni: kontak sosial dan komunikasi. Lebih lanjut, Sukanto menyebutkan kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk (2003), yaitu: a) antara orang perseorangan. Proses demikian terjadi melalui komunikasi sebagai suatu proses anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat ketika menjadi anggota, b) antara orang perseorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya. Kontak sosial ini terjadi apabila seseorang merasakan bahwa tindakan-tindakannya berlawanan dengan norma-norma masyarakat, c) antara suatu kelompok manusia dan kelompok manusia lainnya. Komunikasi dalam diri seseorang yang memberi tafsiran kepada orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau sikap), perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan. Dengan adanya komunikasi sikap dan perasaan kelompok dapat diketahui olek kelompok lain atau orang lain. Hal ini kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi yang akan dilakukannya.

Keluarga dalam setiap masyarakat merupakan pranata sosial yang sangat penting artinya untuk kehidupan sosial. Keluarga merupakan struktur mikro yang membentuk struktur sosial dan kelembagaan yang lebih luas. Potret ini dapat dilihat dalam interaksi keluarga nelayan. Keberadaannya penting sebagai entitas dari masyarakat sebagai bangsa yang dikenal maritim. Dalam satu keluarga nelayan tiap anggota memiliki peranan masing-masing khusus dalam menjalankan perekonomian keluarga. Bapak sebagai kepala rumah tangga berperan utama dalam pencarian nafkah keluarga. Istri berperan sebagai ibu rumah tangga yang membantu pekerjaan suami mempersiapkan alat-alat atau hal-hal yang diperlukan untuk melaut, sedangkan anak masih merupakan tanggungan orang tua. Hubungan sosial dalam keluarga akan dihasilkan suatu hubungan kerjasama bapak, ibu, dan anak yang ingin lebih mengerti. 

Dorongan utama dalam interaksi sosial keluarga nelayan ingin mengerti dan ingin bekerja sama dengan orang lain. Identifikasi dapat dilihat dari keinginan mengikuti jejak, ingin mencontoh, ingin belajar dari orang lain yang dianggapnya sebagai ideal. Ikatan yang terjadi antara berbagai pihak dalam berkomunikasi dan menjadi ikatan batin yang lebih mendalam. Potret jiwa sosial menjadikan suatu proses individu seorang nelayan dalam menerima pedoman-pedoman tingkah laku. Suatu segi dari proses interaksi sosial yang menerangkan hal dapat terjadi keseragaman dalam pandangan dan tingkah laku di antara lingkungan sekitar keluarga nelayan.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta