STQ sebagai Sarana Aktualisasi Al Qur’an

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 28 April 2019 14:17, Dibaca 387 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : PSHT Diharapkan Jaga Persatuan)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia 

 


Perwujudan prinsip-prinsip yang terkandung dalam tujuan pendidikan nasional diperlukan adanya pembinaan mental dan spiritual sebagai upaya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Swt. dengan pemahaman dan penghayatan terhadap isi kandungan Al Qur’an. Kaitan dengan berpendidikan agama dan berperanan dalam institusi keagamaan menjadi salah satu tujuan dalam memberikan inspirasi, motivasi, dan pelajaran untuk hidup jujur, tulus, cinta damai, dan bersungguh-sungguh dalam sinaran tuntunan ilahi. Salah satu sarana untuk mewujudkan hal tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan STQ.

Kegiatan STQ dan keyakinan yang dipegang oleh Kafilah dalam hal keterbukaan Al Qur’an ini membuka berbagai dialog. Dalam dialog dengan Al Qur’an terdapat kata kunci penafsiran dan pemahaman. Berdialog dengan Al Qur’an melalui proses penafsiran. Al Qur’an menggunakan kata tafsir dan makna terma tafsir secara bahasa berarti penjelasan dan penerangan. Tafsir dirumuskan sebagai ilmu yang membahas Al Qur’an mulia dari sisi petunjuk-petunjuk tentang maksud Allah Swt. sebatas kemampuan manusia (Al Zarqani, 1988). Kata yang saling terkait dan membentuk karakteristik tafsir Al Qur’an, yakni ilmu petunjuk atau pesan sesuai dengan kehendak Allah dan usaha tafsir sesuai dengan kemampuan manusia. Ilmu dalam kaitanya dengan konstruksi penjabaran, penjelasan, atau uraian makna yang diwakili oleh redaksi bahasa dari kalam Allah. 

Cara mengetahui maksud Allah adalah dengan menelusuri faktor-faktor yang dapat menghantarkan penafsir kepada maksud Allah tersebut, misalnya faktor tersebut dilihat dengan cara menelusuri agen-agen yang paling mengetahui, berawal dari Tuhan sampai pada hal yang dapat dipertimbangkan mengetahui proses wahyu, atau pertama kali ayat Al Qur’an itu turun. Proses tersebut bersifat hierarkis mulai dari Allah Swt. sebagai pemegang kalam-Nya, Nabi Muhammad Saw. sebagai penerima wahyu, sahabat sebagai agen yang menyaksikan dan mengetahu proses wahyu dan dapat bertanya langsung kepada Nabi Muhammad, serta tabiin dan tabiut tabiin yang bergaul atau mengetahui kehidupan sahabat. Cara penafsiran selanjutnya yang dilakukan dengan kategori ilmu keislaman yang terdiri dari ilmu-ilmu kebahasaan, sejarah, kaidah, sumber-sumber tafsir, cara baca, dan lain-lain.

STQ (Seleksi Tilawatil Qur’an) sebagai sarana aktualisasi Al Quran dan penguat ukhuwah islamiah ini  dilaksanakan di Palangka Raya tanggal 25-30 April 2019 dengan jumlah peserta kafilah Kabupaten Kapuas yang ikut sebanyak 85 orang. Kafilah yang mengikuti tujuh jenis perlombaan, yakni cabang tartil, tilawah, dan qiraa’at sab’ah sebanyak 10 orang, lomba tahfiz 1, 5, 10 dan 20 juz 8 orang, lomba khattil Qur’an 5 orang, lomba fahmil Qur’an 6 orang, lomba syarhil Qur’an 6 orang, lomba makalah Al Qur’an 1 orang, lomba tafsir Al Qur’an 2 orang, di samping itu ada juga pelatih, peserta pawai, unsur pelindung dan pimpinan kafilah.

Lomba membaca Al Qur’an dengan bacaan mujawwad, yakni bacaan Al Qur’an yang mengandung nilai ilmu membaca (tajwid), seni (lagu dan suara), dan etika (adab membaca). Tradisi dalam kajian Al Qur’an untuk mengetahui, melihat, mendengar, memahami, menangkap, memegang, mendapat, menyadari, menggambarkan, mempersepsi, dan membedakan. Penyelenggaraan STQ ke XXII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang diikuti kafilah Kapuas sebagai penyampaian pesan Islam tentang toleransi dan perdamaian. Kegiatan ini pun dimaksudkan untuk dapat mengikat tali silaturahim dengan semua kafilah se-Kalimantan Tengah. Keberangkatan kafilah melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an ini dalam sejarah kiprahnya selalu mendukung pemahaman keagamaan yang dianut mayoritas muslim Indonesia. Hal tersebut sangat mendukung dalam tercapainya Islam yang toleran dan damai.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta