Pemandangan Mudik

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 09 Juni 2019 07:57, Dibaca 115 kali.

oleh

Dr. Rusma Noortyani, M.Pd.

(Baca Juga : Wabup Buka Langsung Konferensi Cabang NU Ke X)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 

Mudik lebaran ketika menjelang Idul Fitri tiba bertujuan dapat merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman. Mudik yang ditunggu seseorang saat setahun bahkan lebih merantau untuk bekerja di tempat yang jauh dari kampung halaman. Hubungan interaktif yang selalu dijalin dengan keluarga walaupun selama ini dilakukan secara tidak langsung. Jarak yang tidak memungkinkan untuk selalu pulang secara langsung dipengaruhi oleh letak geografis, alat komunikasi, biaya untuk transportasi yang masih serba terbatas.

Pemandangan mudik sampai saat ini tampak dan tidak akan hilang pada setiap menjelang lebaran.  Mudik lebaran tepat dilakukan untuk bersilaturahmi secara langsung dengan keluarga sekaligus dapat berekreasi keluarga dalam suasana kekeluargaan. Anjuran untuk selalu menjalin silaturahmi bertujuan antarindividu dapat merasakan hidup bermasyarakat secara damai, harmonis, kasih sayang, tolong-menolong dan saling menghargai. Manfaat bersilaturrahmi dapat memperpanjang umur dan menambah rezeki. Dengan silaturahmi diingatkan kembali  bahwa seseorang tidak akan dapat mempertahankan hidup dan kehidupannya tanpa bantuan dan interaksi dengan sesamanya. Silaturahmi sebagai bagian dari mudik menjadi sarana interaktif untuk membangun toleransi.

Adanya tuntutan hubungan kekerabatan untuk bertemu kembali dengan orang tua, keluarga, sanak saudara, kerabat, dan sahabat. Harapan para pemudik yang selama ini beraktivitas ke kota, daerah lain, bahkan negara lain untuk dapat merayakan lebaran bersama. Ada tiga dimensi yang dapat diamati dalam tradisi mudik, yakni pertama, mudik memiliki dimensi spiritual-kultural. Mudik dianggap sebagai tradisi warisan yang dimiliki sebagian besar masyarakat kita. Sebagaimana diungkapkan Kayam (2002) bahwa tradisi mudik terkait dengan kebiasaan mengunjungi tanah kelahiran untuk berziarah ke makam para leluhur. Bentuk ikatan batin antara yang hidup dan yang mati tidak begitu saja lepas oleh hilangnya nyawa di jasad. Mudik untuk menemui orang tua yang masih ada menjadi wujud bakti dan perbuatan baik seorang anak kepada orang tuanya.

Kedua, mudik memiliki dimensi psikologis. Pulang ke kampung halaman bagi para pemudik bukan hanya sebatas untuk merayakan lebaran bersama keluarga, melainkan untuk menghilangkan kepenatan beban kerja. Selama bekerja dirasakan berbagai tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan tepat waktu membuat seseorang dikejar target di tempat kerja, sementara keluarga yang menjadi tempat berbagi rasa jauh darinya. Para pemudik mampu menikmati momen kebersamaan bersama keluarga di kampung halaman. Saat mudik akan didapati indahnya panorama dan sejuknya alam perdesaan, asri dan tenangnya suasana kampung halaman, serta ramahnya keluarga dan kerabat.

Ketiga, mudik juga memuat dimensi sosial kota dengan setumpuk cerita keberhasilan merupakan sebuah kebanggaan. Mudik menjadi salah satu media untuk mengkomunikasikan cerita keberhasilan para pemudik. Cerita sukses hidup dirantau tampak pada meningkatnya perekonomian pemudik dan keluarganya. Banyak para perantau yang menjadikan mudik sebagai ajang unjuk diri sebagai orang yang telah berhasil mengadu nasib di kota besar (Sudjito, 2012).

Para pemudik berada pada sisi antara situasi baru dan yang lama. Sisi situasi baru pemudik hidup, bekerja, berdomisili, dan berumah di kota. Bagi para pemudik kota tidak lebih dari rumah tempat berteduh, tetapi mereka merasa tempat tinggalnya masih di desa asalnya. Sisi yang lama, pemudik sangat terikat dengan desa yang menjadi asal-usulnya. Banyak perantau yang sudah memiliki keturunan, sehingga dengan mudik dapat mengenalkan mengenai asal-usul mereka. Pemandangan mudik memperlihatkan para pemudik sangat dikendalikan oleh nostalgianya.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta