Halalbihalal Simbol Kerukunan

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 11 Juni 2019 14:45, Dibaca 177 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : Wabup Buka Sosialisasi Pengadaan Barang/Jasa dan Aplikasi SPSE Versi Terbaru)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 


Syawal sebagai bulan yang indah dirasakan karena adanya kebersamaan dalam kasih sayang. Waktu istimewa untuk dapat bersilaturahmi, saling memaafkan, dan saling mendoakan. Hari-hari yang membahagiakan karena merayakan lebaran bersama keluarga. Bulan ini diharapkan dapat mencapai kesucian lahir batin dan meningkatnya kualitas religius. Harapan untuk memiliki sikap dan perilaku yang taat dalam menjalankan ajaran agama dan bersikap toleran serta selalu menjalin kerukunan dalam bermasyarakat.

Mudik, takbir keliling, dan halalbihalal telah menjadi kegiatan yang masih terjaga kelestariannya sampai sekarang. Halalbihalal dilakukan pada bulan Syawal setelah Idul Fitri. Momentum hari raya dimanfaatkan untuk menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling berbagi kasih sayang pasca lebaran. Nilai dan praktik dalam halalbihalal bertujuan menghormati sesama manusia dalam bingkai silaturahmi. Halalbihalal muncul sebagai ungkapan saling menghalalkan kesalahan dan kekhilafan serta saling memaafkan satu sama lain.

Halalbihalal dapat menjadi sebuah simbol untuk mengedepankan kerukunan melalui saling memaafkan, saling mengunjungi, dan saling berbagi kasih sayang. Halalbihalal juga sebagai sarana untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Shihab (2001) menyebutkan tujuan halalbihalal menciptakan keharmonisan antarsesama. Hidup bukan untuk dijalani sendirian, melainkan harus bersama dalam berinteraksi dengan sesama manusia dalam lingkungannya. Kesadaran untuk saling menguatkan dan saling mengasihi dalam meraih kebersamaan kehidupan yang bermakna dan bermanfaat. 

Kegiatan halalbihalal dimanfaatkan untuk berkumpul melebur kesalahan dengan berbagi maaf tanpa sekat yang membatasi. Seyogianya rasa gembira dalam halalbihalal dapat memberikan bentuk kenikmatan yang lain, yaitu kenikmatan bersyukur dengan berupaya membagi kebahagiaan kepada sesama. Jika selama ini telah membuat kesalahan dan kekhilafan, menimbulkan prasangka tidak baik yang mengakibatkan kerenggangan, saatnya direkatkan kembali dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Adanya halalbihalal ini dapat menciptakan keharmonisan dan kerukunan antarsesama, seperti meluruskan benang yang kusut antarsesama, menghangatkan hubungan yang tadinya beku sehingga cair kembali, melepaskan ikatan yang membelenggu, serta menyelesaikan kesulitan dan masalah yang menghadang. Dengan halalbihalal bisa terjalin keharmonisan hubungan karena sudah lama tidak berkunjung satu sama lain. 

Kekuatan silaturahmi melalui halalbihalal dapat menciptakan kebersamaan dan persatuan serta kegembiraan bersama. Halalbihalal juga dilakukan untuk saling menjaga hubungan kekeluargaan atau saling menjaga ikatan kekerabatan diantara sesama umat. Hal ini dapat dikaitkan dengan renovasi bangunan pergaulan, komunikasi, dan persahabatan di antara sesama. Saat komunikasi berlangsung ketika bergaul dan berbicara dapat terjadi kekhilafan lantaran tidak waspada dalam menjaga lidah. Semua itu dapat menimbulkan rasa permusuhan, pertikaian, dan saling menyakiti. Terjalinnya silaturahmi ketika halalbihalal untuk melapangkan dada membuka hati dengan penuh keikhlasan dengan saling meminta dan memberikan maaf atas kekeliruan dan kesalahan.

Semangat bulan Syawal sambil saling berjabat tangan dan bersilaturahmi terlihat harmonis terjalin rasa menghargai satu dengan yang lain. Terlihat menjaga kekompakan, memupuk kepedulian dalam kebersamaan. Selama berinteraksi dan datang untuk mengikuti halalbihalal sampai selanjutnya diharapkan akan tumbuh rasa saling pengertian yang berujung pada terciptanya kerukunan dalam masyarakat.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta