Implementasi pada Konstelasi Bangsa

Kontribusi dari OPR. KIP KOMINFO_1, 11 Juni 2019 20:22, Dibaca 141 kali.

Oleh

Dr Rusma Noortyani MPd

(Baca Juga : Musrenbang RKPD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019)

Dosen FKIP ULM/Ketua Yayasan Nur Amalia

 


Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna, sampai aspek antropologis, dan sosiologis masyarakat dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Adanya relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan sebagaimana dalam konsep wawasan nusantara. Kalimat tersebut disitir dalam sambutan peringatan hari kelahiran Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa merupakan suatu anugerah yang tiada tara.

Pandangan hidup bangsa didasarkan kepada konstelasi lingkungan tempat tinggal yang menghasilkan konsepsi wawasan nusantara. Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Dengan kata lain, cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Cara pandang inilah yang menghasilkan wawasan nasional. Wawasan nasional itu selanjutnya menjadi pandangan bangsa dalam mencapai tujuan.

Implementasi wawasan nusantara kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahan keamanan sebagaimana diungkapkan Khairul (2011) antara lain: 1) implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggara negara yang sehat dan dinamis; 2) implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata; 3) implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima, dan menghormati segala bentuk  perbedaan atau keBhinekaan sebagai kenyataan hidup sekaligus karunia Sang Pencipta; 4) implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan hankam akan menumbuhkembangkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada setiap warga negara Indonesia.

Penyelenggaraan pemerintah diwujudkan dengan implementasi di berbagai bidang dapat juga didasarkan atas hubungan saling berkaitan antara filosofi bangsa, ideologi, aspirasi, dan cita-cita. Berbagai hubungan yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budaya, dan tradisi, keadaan alam, dan wilayah serta pengalaman sejarah diharapkan selalu menjadi pemersatu. Wawasan nusantara yang paling utama adalah menciptakan rasa nasionalisme kepada bangsa Indonesia yang kaya dengan segala potensi alam dan berusaha untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan untuk mempertahankan integritas bangsa.

Nilai yang terkandung di dalam wawasan nusantara telah diintegrasikan di dalam lima aspek secara intern, yaitu kesatuan wilayah, kesatuan bangsa, kesatuan ekonomi, kesatuan budaya, dan kesatuan pertahanan, sedangkan untuk ekstern nilai integrasi diwujudkan dengan ikut menjaga ketertiban dunia. Harapannya masyarakat Indonesia dapat mengenal eksistensi negaranya tentang segala kemampuan yang dapat meningkatkan semangat nasionalisme. Wawasan nusantara mengandung komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan peningkatan kualitas kehidupan bangsa. Implementasi yang dilakukan menghendaki adanya pengetahuan tentang tantangan masa kini dan masa mendatang terhadap berbagai potensi yang dimiliki bangsa. Hasil implementasi mencerminkan identitas kepribadian bangsa berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan, sehingga menimbulkan rasa nasionalisme yang tinggi.(syatkmf)

Kontak Kami


Kantor

Sekretariat : Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas(Kantor Dinas Kominfo Kab. Kapuas)

Telpon
(0513) 201010 -- Fax (0513) 201010 HP. 0852 5196 1352

Email
ppid@kapuaskab.go.id

Website
kip.kapuaskab.go.id


Peta